Menelisik Pelajar Perempuan Jadi Pecandu Rokok (1) Berawal dari Coba-coba

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Bila melihat keseharian para pelajar, khususnya perempuan di Cianjur memang beragam kegiatan. Namun dari semua aktivitas tersebut ada yang positif dan negatif. Maklum di usia sekolah, terutama di tingkat sekolah menengah apapun bisa dilakukan.

Akhir-akhir ini muncul fenomena pelajar perempuan yang kerap merokok ataupun sudah kecanduan rokok. Wartawan ini pun mencari informasi tentang keberadaan komunitas pelajar putri yang sudah biasa merokok. Kebiasaan negatif itu bisa jadi mengarah pada kenakalan remaja dan terjerumus narkoba.

Berdasarkan fakta, kebiasaan akan merokok telah menjadi budaya saat ini, bahkan di berbagai bangsa di belahan dunia manapun. Penelitian pakar, mayoritas hobi perokok di seluruh dunia ada sekitar 47 persen didominasi populasi kaum pria. Tapi jangan salah kebiasaan merokok juga dilakukan kaum perempuan, atau ada sekitar 12 persen populasi wanita dengan berbagai kategori umur.

Pembina Yayasan Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Aspirasi Pemberdayaan Perempuan (Lepas) Cianjur, Susane Febriyati mengatakan, populasi merokok pada usia dini, atau perokok pelajar perempuan saat ini sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan karena kurang penyuluhan tentang bahaya rokok di kalangan sekolah atau masyarkat.

“Mungkin juga kurangnya kesadaran pada diri mereka, sehingga mereka tidak memperhatikan bahaya akan rokok. Awalnya mencoba, lama kelamaan kebiasaan seterusnya menjadi hobi yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Susane.

Dia memaparkan, sebenarnya seorang pelajar belum boleh merokok di kalangan sekolah, masyarakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal tersebut, dapat berdampak buruk pada kesehatan sekolah dan lainnya. Biasanya itu dilakukan karena kondisi emosi mereka masih belum stabil. Dampaknya membuat mereka melakukan segalah hal, dan cara untuk melampiaskan emosi, dan sakit hati mengenai persoalan hidup.

“Maka itu peranan orangtua sangat penting sekali. Pasalnya bila sudah di luar jam pelajaran, sekolah dan guru tidak secara keseluruhan bisa mengawasi peserta didiknya, meski anak muda zaman sekarang ini emang susah juga. Kadang mereka melakukanya dengan cara sembunyi-sembunyi bersama teman-temanya,” bebernya.(mat/dep)

Feeds