Beredar Jeruk HIV/AIDS, Disperindag Perketat Pengawasan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Maraknya pemberitaan di sosial media terkait beredarnya jeruk yang mengandung virus HIV/AIDS di Aljazair mengundang perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur. Kendati belum mengetahui secara pasti, namun Disperindag akan turut memantau peredaran jeruk yang masuk di Cianjur.

“Kita belum tahu pasti infonya, tapi pengawasan rutin tetap akan kita lakukan,” ujar Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Judi Adhi Nugroho. Ia menjelaskan, virus HIV yang ada di dalam jeruk seharusnya tidak menimbulkan kepanikan yang berlebih.

Pasalnya, virus itu akan mati dengan sendirinya apabila berada di luar tubuh manusia. “Otomatis kalau itu (mati, red), masyarakat seharusnya bisa lebih paham,” tuturnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id), kemarin.

Menurutnya, warga awam kerap terkejut mendengar kata HIV atau AIDS, apalagi ketika jeruk yang dimaksud telah terlanjur dikonsumsi masyarakat. Ia mengaku, hingga tadi malam belum menemukan atau menerima informasi beredarnya jeruk yang mengandung HIV/AIDS.

Secara teknis, lanjut Judi, permasalahan apa pun terkait peredaran makanan sudah melalui pemantauan langsung BPOM. “Biasanya kalau dari BPOM pusat sudah keluar informasinya, baru akan ditindaklanjuti ke semua daerah,” papar Kabid.

Perlu diketahui, belakangan ini, di dunia maya, khususnya jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter beredar potongan gambar buah jeruk dengan bercak berwarna merah. Dalam foto-itu, turut tertulis peringatan bahwa buah-buah jeruk tersebut telah disuntik oleh darah yang tercemar virus HIV/AIDS. (yaz/dep)

Feeds