2.000 Warga Kurang Air Bersih

KRISIS: Warga Cisarua Pacet terpaksa MCK di sungai akibat kurang air bersih. Foto : Farhan/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

KRISIS: Warga Cisarua Pacet terpaksa MCK di sungai akibat kurang air bersih. Foto : Farhan/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Sekitar 2.000 warga Kampung Selaawi dan Kampung Cisarua Desa Cibodas Kecamatan Pacet, kekurangan air bersih. Hal tersebut lantaran irigasi Cisarua jebol, pasca bencana banjir beberapa waktu lalu yang hingga kini belum ada perbaikan.

Ketua RT 01/11 Kampung Selaawi Desa Cibodas Rahmat Solehudin menjelaskan, warga Kampung Selawai dan Kampung Cisarua kini kekurangan air besih. Bahkan air untuk kolam dan sawah warga alami kekeringan. Akibatnya warga setiap harinya harus mengambil air ke sungai, karena sumur mereka mengering.

“Ini akibat bendungan Cisarua yang jebol, sehingga pasokan air ke sekitar 2000 jiwa di dua kampung tersendat. Kami sudah laporkan kejadian ini ke Pemkab Cianjur, namun hingga kini belum ada penanganan,” tutur Rahmat kepada Radar Cianjur (GRup Pojoksatu.id), kemarin (12/4).

Dijelaskannya, dengan kondisi seperti ini warga kebingungan. Pasalnya, air itu sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jangankan untuk pengairan ke aliran pertanian dan perkebunan warga, untuk minum, mandi, hingga mencuci kini kami sudah sulit. Makanya kami mendesak pemerintah untuk bisa segera membantu kami,” jelasnya.

Mamat mengkhawatirkan, jika terus menerus kondisi seperti ini warga bisa diterjang berbagai penyakit. Lantaran, air kering kerontang, sehingga warga harus menggunakan dan mengkonsumsi air sungai. “Adapun mata air satu-satunya yang masih ada di Cigiri dengan jarak lebih dari 1 kilometer, jelas kondisi ini membuat kami sulit,” paparnya.

Babinsa Desa Cibodas Sersan Mudhori mengaku miris, dengan kondisi seperti ini. Lantaran jumlah warga yang kesulitan air bersih mencapai ribuan jiwa. “Saya juga terus memantau, kini tengah mencarikan solusi agar masalah ini bisa segera diselesaikan,” tuturnya.

Dampak dari jebolnya irigasi Cisarua ini berdampak pula pada air krisis air, sehingga sumur warga kering. “Jika kesulitan air terus menerus, warga terancam penyakit kulit,” ungkapnya.
Menurutnya, baik pagi atau siang hari warga menggunakan air Sungai Cisarua untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal sungai itu sudah tercemari sampah. “Kami harapkan pemerintah bisa membantu warga dengan memperbaiki saluran air, ini merupakan akses utama bagi warga,” tandasnya.(fhn/dep)

Feeds