Pemkab Cueki Para Peksos

Audiensi peksos di gedung DPRD Kabupaten Cianjur.

Audiensi peksos di gedung DPRD Kabupaten Cianjur.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Para pekerja sosial (peksos) di Kabupaten Cianjur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Panti Sosial (FKPS) Kabupaten Cianjur, Jumat (10/4) siang kemarin sekitar pukul 14.00 WIB beramai-ramai mendatangai gedung DPRD Kabupaten Cianjur di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Cianjur.

Kedatangan puluhan orang perwakilan dari berbagai elemen seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Forum Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial Profesional (Peksos), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) itu untuk menyampaikan uneg-uneg dan keinginannya selama ini.

Karena itu, mereka pun meminta audiensi dengan Komisi 4 DPRD Kabupaten Cianjur, Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Cianjur, Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur.

Namun, di dalam pertemuan audiensi itu sendiri, tidak tampak dihadiri satupun perwakilan dari Kesra, Disdik dan Dinkes Kabupaten Cianjur. Akhirnya, audensi yang penuh dengan keluh kesah itu pun tetap dilangsungkan.
Sekretaris FKPS Kabupaten Cianjur, Ridwan Sobandi, usai audiensi tersebut mengungkapkan, dalam audiensi tersebut pihaknya menyampaikan 27 program yang mencakup banyak pekerja sosial (peksos).

“Selain itu, kami juga menyampaikan uneg-uneg kami selama ini. Setidaknya, perhatian pemerintah kepada kami bisa ditingkatkan,” ujar dia.

Selain menyampaikan uneg-uneg dan keluh kesah serta mengharapkan perhatian dari pemerintah, FKPS juga menginginkan agar ada sekretariat khusus bagi mereka untuk berkumpul dan bersinergis dalam menjalankan aktivitas.

Pasalnya, tanpa adanya sekretariat itu, pihaknya mengaku cukup kesulitan untuk berkumpul bersama dan membahas berbagai hal, baik program maupun kinerja. Setidaknya, dengan adanya sekretariat bersama, bakal lebih memudahkan dalam berkoordinasi lintas elemen.

“Kami ingin memiliki sekretariat sebagai tempat kami melakoni aktivitas kami. Selama ini kami semua berjalan sendiri-sendiri dan sulit untuk berkoordinasi,” terang dia.

Ridwan menambahkan, dalam audiensi tersebut, masih belum menghasilkan sebuah keputusan apapun. Pasalnya, pihak Komisi 4 DPRD Kabupaten Cianjur masih harus mengkoordinasikan hal tersebut ke Pemkab Cianjur melalui dinas-dinas terkait.

“Memang belum menghasilkan keputusan apa-apa. Tapi nanti akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas lebih jauh lagi dan melibatkan ruang lingkup yang lebih besar lagi. Setidaknya, dengan semakin banyak pihak yang mau mendengar dan memperhatikan kami, itu lebih baik,” ucap dia.

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo mengatakan, pihaknya akan mengkomunikasikan apa yang telah disampaikan dalam audiensi tersebut dengan pihak-pihak terkait.

“Sudah kami inventarisir semua aspirasi tadi. Nanti akan kami tindaklanjuti,” kata Sapturo usai audiensi.
Sapturo menambahkan, tindaklanjut yang dimaksud adalah dengan menggelar pertemuan lanjutan dengan berbagai lembaga dan instansi terkait dengan skala yang lebih besar lagi. Dengan begitu, seluruh aspirasi dan keinginan para peksos tersebut bisa langsung didengar dan ditanggapi.

“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada para peksos ini yang sudah membantu warga secara maksimal. Maka dari itu, kami pun akan memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” tegas Sapturo.(ruh/dep)

Feeds