Kaca Mobil Dipecah, Uang Rp365 Juta PSDAP Lenyap

PECAH KACA: Seorang pegawai dinas PSDAP tunjukan kaca mobil Suzuki Escudo milik Dede Herman pecah. Akibatnya sebesar Rp365 juta raib. Foto : Guruh/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

PECAH KACA: Seorang pegawai dinas PSDAP tunjukan kaca mobil Suzuki Escudo milik Dede Herman pecah. Akibatnya sebesar Rp365 juta raib. Foto : Guruh/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan roda empat beraksi di Cianjur. Kali ini yang menjadi korban pencurian ini adalah kendaraan pribadi milik Bendahara Umum Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, Dede Herman. Akibatnya, uang milik Dinas PSDAP yang baru saja diambil dari bank senilai Rp365 juta dan tersimpan di dalam tas rangsel warna hitam miliknya itu raib digondol pencuri.

Akibat dari aksi pencuri itu, kegiatan Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur yang sudah terjadwal pun terancam tertunda. Gara-garanya, uang yang digondol pencuri itu rencananya untuk kegiatan operasional dinas.

Selain kehilangan uang hingga ratusan juta, kaca kendaraan Suzuki Escudo nopol B 2719 ES warna hijau metalik itu pecah dan hancur berantakan. Atas kejadian ini, Dede Herman pun harus mempertanggungjawabkan secara kedinasan.

Aksi pencurian tersebut tergolong nekad dan terang-terangan. Pasalnya, para pelaku melakukan aksinya itu di siang bolong sekitar pukul 10.45 WIB. Selain itu, kejadian pencurian itu juga dilakukan di dalam komplek kantor PSDAP Kabupaten Cianjur.

Saat sejumlah awak media yang ingin mengorek keterangan dari korban, seorang petugas kepolisian menarik korban dan memintanya agar masuk ke dalam kantor PSDAP dengan dalih akan dilakukan pemeriksaan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kejadian pencurian dengan modus pecah kaca mobil itu.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai Azhari mengatakan, uang yang diambil oleh pencuri tersebut merupakan uang operasional dinas yang baru saja diambil oleh Bendahara Umum. Sedianya, uang itu akan digunakan berbagai kegiatan di lingkungan PSDAP.

“Jumlahnya sekitar Rp365 juta. Ini musibah, bisa saja terjadi. Tapi, bagaimanapun, kegiatan dinas harus tetap berjalan meski tidak ada uang dinas. Kami akan mencarikan dana talangan agar operasional dinas tetap bisa berjalan,” kata Rifai tanpa menyebut jenis kegiatan dinas apa saja yang dimaksud, Jumat (10/4).

Mengenai pertanggungjawaban atas hilangnya uang operasional dinas tersebut, Rifai mengaku belum bisa menentukannya. Pasalnya, ia pun harus melaporkan kejadian apes itu kepada pimpinannya untuk selanjutnya dilakukan pembahasan.

“Kami belum bisa memastikan ada sanksi atau tidak. Kami baru akan laporkan dan konsultasikan dulu kepada pimpinan. Ini kan musibah, tapi memang tetap harus dipertanggungjawabkan. Nah, tanggungjawabnya seperti apa, kita lihat saja nanti keputusan pimpinan,” pungkas Rifai melalui sambungan telepon selularnya.(ruh/dep)

Feeds