Ini Kronologis Pencuri Pecah Kaca Mobil PSDAP

PECAH KACA: Seorang pegawai dinas PSDAP tunjukan kaca mobil Suzuki Escudo milik Dede Herman pecah. Akibatnya sebesar Rp365 juta raib. Foto : Guruh/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

PECAH KACA: Seorang pegawai dinas PSDAP tunjukan kaca mobil Suzuki Escudo milik Dede Herman pecah. Akibatnya sebesar Rp365 juta raib. Foto : Guruh/Radar Cianjur/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan roda empat beraksi di Cianjur. Kali ini yang menjadi korban pencurian ini adalah kendaraan pribadi milik Bendahara Umum Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, Dede Herman. Akibatnya, uang milik Dinas PSDAP yang baru saja diambil dari bank senilai Rp365 juta dan tersimpan di dalam tas rangsel warna hitam miliknya itu raib digondol pencuri.

Menurut saksi mata, peristiwa itu bermula saat terdengar suara pecahan kaca dari arah kendaraan roda empat yang diparkir berjajar di depan sisi kanan kantor Dinas PSDAP di Jalan Adi Sucipta, Cianjur. Tidak lama berselang, terlihat seorang laki-laki berperawakan tirus mengambil tas rangsel dari jok sebelah kiri kendaraan.
Dengan cepat, laki-laki tersebut pergi dan menumpang sepeda motor yang dikendarai oleh seseorang rekannya yang memakai jaket hitam dan mengenakan helm warna merah.

“Saat itu, sempat yang mengambil tas itu senyum dan melambaikan tangan kepada kami. Mereke pakai Yamaha Mio Soul warna hitam. Tapi kami tidak melihat plat nomornya,” kata Anisa (22), seorang sales promotion girl (SPG) yang kebetulan melihat dan berada tidak jauh dari lokasi kejadian itu.

Anisa mengatakan, ketika itu ia sama sekali tidak mencurigai bahwa laki-laki yang memakai baju batik warna biru dan celana hitam serta sepatu layaknya pegawai negeri sipil itu adalah pencuri yang telah memecahkan kaca mobil. Selain itu, gelagat lelaki yang berkulit coklat gelap dan sedikit dekil itu sangat santai tidak seperti layaknya seorang pencuri yang pergi dengan terburu-buru dan tancap gas.

Karena penasaran, Anisa dan seorang temannya, Ayu, langsung mendekati kendaraan di mana ia sempat mendengar ada suara kaca pecah. Saat didekati ternyata kaca kendaraan bagian depan di mana pelaku mengambil tas ransel berisi uang ratusan juta itu dalam kondisi pecah berantakan. “Kami pikir mungkin pemiliknya. Tapi sempat berfikir juga, itu orang kalau memang pemiliknya kenapa mengambil tas dari depan lewat jendelanya. Penampilannya juga seperti pegawai di sini,” tutur Anisa.

Melihat kaca jendela kendaraan tersebut yang sudah pecah berantakan, keduanya pun langsung melaporkan hal itu kepada petugas satpam kantor Dinas PSDAP. Mendapatkan laporan dari keduanya itu, petugas pun langsung menghampiri kendaraan yang pecah kacanya.

“Saat mau kita kejar orangnya sudah tidak ada, sudah kabur dengan naik sepeda motor. Pelakunya dua orang seperti yang di laporkan SPG itu,” kata Deden Setiawan, seorang satpam kantor Dinas PSDAP yang mendapatkan laporan dari kedua SPG rokok tersebut.

Selanjutnya, Deden kemudian menghubungi pemilik kendaraan untuk selanjutnya melaporkan peristiwa pencurian itu ke pihak kepolisian. Petugas yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung meminta keterangan sejumlah saksi. (ruh/dep)

Feeds