Bantuan Bibit Kopi Belum Pasti

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, saat membagikan bibit kopi.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, saat membagikan bibit kopi.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, beberapa waktu lalu menyatakan akan memberikan bantuan bibit kopi kepada seluruh kota kabupaten di Jawa Barat (Jabar). Hal tersebut dikarenakan luas lahan tanam kopi di Jabar masih kurang dari seratus ribu hektare. Padahal, potensi kopi di Jabar termasuk cukup tinggi karena memiliki dataran tinggi yang sangat cocok ditanami kopi.

Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan, Mamad Nano mengatakan, kebijakan tersebut memang cukup cocok diterapkan di Kabupaten Cianjur. Namun, hingga saat ini, jumlah bibit kopi yang bakal diterima Kabupaten Cianjur masih belum pasti.

“Sejauh ini masih belum ada kepastian jumlahnya. Kalau sudah ada langsung kami sebarkan ke setiap petani yang ada di Cianjur,” ucap dia, kemarin, Jumat (10/4). Nano mengatakan, bibit tanaman kopi tersebut nantinya akan diberikan kepada petani yang ada di wilayah Cianjur Selatan. Sebab, bantuan bibit tanaman kopi berjenis Arabika itu sangat cocok ditanam di wilayah selatan Kota Tauco.

“Lokasi tepatnya nanti di Kecamatan Campaka dan Sukanagara karena di sana merupakan dataran tinggi dan cocok ditanami kopi. Terbukti, dari salah satu kawasan lahan kopi binaan kami yaitu kopi jeruk sukses di sana,” ungkap dia.

Petani yang akan diberikan bibit tanaman kopi pun haruslah petani yang sebelumnya telah mengajukan proposal. Namun tidak semua pemohon menerima karena harus melalui proses penyeleksian lagi. Pasalnya, pihaknya tidak ingin memberikan bantuan bantuan itu kepada petani yang terus berharap pada bantuan pemerintah.

“Kami tidak mau petani yang sebelumnya sudah dapat, kali ini dapat lagi. Harus ada pemerataan agar perekoniman juga bisa merata. Saling maju bersama,” kata dia. Sebenarnya, bibit tanaman kopi itu juga bisa ditanam di wilayah Cianjur Utara.

Namun, wilayah tersebut sudah lebih diperuntukkan untuk perkebunan teh dan sayuran. Dengan sistem tersebut, kata dia, semua wilayah akan memiliki keunggulannya masing-masing.
“Cianjur harus maju berbarengan antar wilayahnya. Dengan begitu nama Cianjur akan semakin besar sebagai wilayah agrobisnis,” tutupnya. (ruh/dep)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …