Pelajar Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Cianjur saat melakukan Operasi Simpatik Lodaya 2015.

Polres Cianjur saat melakukan Operasi Simpatik Lodaya 2015.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Selama lebih dari sepekan gelaran Operasi Simpatik Lodaya 2015 digelar Polres Cianjur, banyak pelanggaran yang telah diberikan sanksi. Ironisnya, pelanggaran lalu-lintas (lantas) itu lebih banyak didominasi pelajar.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Didin Jarudin mengatakan, kebanyakan pelanggaran yang dilakukan para pelajar itu adalah tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM) karena memang sebenarnya masih belum cukup umur untuk membuat SIM.

“Yang paling dominan adalah kendaraan roda dua. Pelajar ini kan belum cukup umur. Makanya mereka kebanyakan tidak memiliki SIM,” kata Didin, Kamis (9/4), kemarin. Selain tidak memiliki SIM, jenis pelanggaran lain yang banyak ditemukan pihaknya adalah keengganan, baik warga dan pelajar untuk mengenakan helm selama berkendara.

Padahal, lanjut dia, pemakaian helm itu adalah wajib dan demi keselamatan para pengendara sendiri. “Pemikiran masyarakat selama ini masih menganggap bahwa memakai helm itu karena takut kepada polisi atau ditilang. Tapi sebenarnya itu demi keselamatan mereka sendiri. Itu yang harus dirubah,” sambung Didin.

Selain menjaring pelanggaran kendaraan roda dua, pihaknya juga tetap menyasar kendaraan roda empat yang kebetulan juga melakukan pelanggaran lantas. Biasanya, kata dia, pelanggaran untuk mobil didominasi karena pengendara dan penumpangnya tidak mengenakan sabuk pengaman.

Tapi, aku Didin, pihaknya sedikit mengalami kesulitan untuk melihat adanya pelanggaran yang dilakukan roda empat karena tidak mengenakan sabuk pengaman. Pasalnya, kerap kali, mobil memasang kaca mobil yang cukup gelap sehingga menyulitkan untuk dideteksi.

“Tapi kalau menemui seperti itu, akan kami tindak. Biasanya, banyak pengendara mobil yang juga tidak memiliki SIM atau kadaluarsa,” kata Didin. Dalam Operasi Simpatik Lodaya 2015 ini, penindakan hukum memang bukan yang paling utama. Pasalnya, upaya preemtip dan preventif lebih dikedepankan.

Caranya, dengan melakukan imbauan, peringatan dan teguran dengan cara komunikasi yang lebih efektif. “Tujuan utamanya, selain menekan pelanggaran peraturan lalu-lintas, adalah memberikan kesan simpatik masyarakat atas kinerja kepolisian. Makanya, upaya komunikatif pun kami utamakan. Lebih banyak memberikan imbauan, peringatan dan teguran. Penindakan hanya akan diberikan kalau memang kasat mata,” urai dia.

Selama lebih dari sepekan Operasi Simpatik Lodaya 2015 di Kabupaten Cianjur ini, pihaknya telah mengeluarkan lebih dari 300 surat tilang. Berkenaan dengan banyaknya para pelajar yang masih di bawah umur, untuk itu, pihaknya pun mengimbau kepada para orangtua agar tidak mudah membelikan sepeda motor dan lebih memperketat pengawasan terhadap anaknya.

“Membelikan sepeda motor itu boleh saja. Tapi tunggu sampai cukup umur dan harus memiliki SIM. Bagaimanapun, keselamatan anak kan lebih utama. Itu yang harus dipikirkan oleh para orangtua,” tukas dia. (ruh/dep)

Feeds