Sepekan Operasi Simpatik, Laka Nihil

Polres Cianjur saat melakukan Operasi Simpatik Lodaya 2015.

Polres Cianjur saat melakukan Operasi Simpatik Lodaya 2015.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Sejak dimulai pada Rabu 1 Maret 2015 pekan lalu, Operasi Simpatik Lodaya 2015 yang digelar Polres Cianjur, memberikan pengaruh cukup signifikan. Salah satunya adalah angka kecelakaan yang nihil dalam sepekan ke belakang.

Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, Iptu Tenda Sukendar, ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pola preentip dan preventif dalam Operasi Simpati terbukti cukup efektif dalam menekan angka pelanggaran lalu-lintas yang bisa berpengaruh pula pada angka kecelakaan lalu lintas.

Hal ini disebabkan, kata Tenda, setiap kecelakaan lalu-lintas, kerap kali diawali dengan adanya pelanggaran lalu-lintas. Karena itu, pihaknya bakal lebih mengedepankan pola-pola di dalam operasi simpatik tersebut.

“Karena dalam operasi simpatik ini kan lebih mengedepankan imbauan, penyuluhan dan komunikasi efektif kepada masyarakat pengguna jalan agar lebih sadar peraturan lalu-lintas,” jelas Tenda, Rabu (8/4) kemarin.

Selain nihilnya angka laka lantas, ungkap Tenda, kemacetan di Cianjur juga dinilainya cukup berkurang jika dibandingkan dengan sebelum gelaran operasi simpatik. Tapi, diakuinya, memang masih ada sejumlah titik yang mengalami kemacetan, terutama di titik-titik tertentu seperti pasar, persimpangan padat, sekolah dan juga pada jam-jam tertentu saja.

“Tapi untuk kemacetan masih kami upayakan untuk dapat lebih diminimalisir lagi. Makanya itu terus kami dorong,” tambah Tenda.

Kendati lebih mengutamakan pola-pola simpatik, kata Tenda, upaya penegakan hukum juga tetap diberikan terhadap pelanggaran lalu-lintas yang kasat mata dan dinilai cukup membahayakan. Tenda mencontohkan, penegakan hukum itu bakal dilakukan ketika pengendara, baik yang membonceng maupun yang dibonceng tidak memakai helm sesuai standar.

“Selain itu, berkendara dengan berbonceng tiga itu juga akan kami tilang. Anak juga harus pakai helm. Kan sekarang sudah ada helm yang khusus anak, karena itu memang demi keselamatan mereka sendiri. Bukan untuk polisi yang memberikan tilang,” jelas dia.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, tilang bakal diberikan jika tidak mengenakan sabuk pengaman atau mengangkut penumpang pada mobil dengan bak terbuka. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya tidak bisa mentolelir bagi siapapun yang mengangkut penumpang pada kendaraan bak terbuka.

“Karena itu sangat berbahaya. Makanya tidak ada toleransi, langsung tilang,” tegas Tenda.
Ke depannya, tutur dia, pihaknya bakal menerapkan pola-pola simpatik dalam hal menerapkan peraturan lalu-lintas di Kabupaten Cianjur. Selain itu, pemahaman akan karakteristik masyarakat juga akan lebih ditingkatkan lagi.

“Kami akan lebih sesuaikan lagi pola kinerja kami di lapangan dengan karakteristik masyarakat. Karena ini sangat penting untuk merubah kebiasaan dan budaya yang selama ini sudah berlangsung dan dianggap biasa oleh masyarakat,” pungkas Tenda.(ruh/dep)

Feeds