Rumah Dibongkar, Kecewa Tak Ada Ganti Rugi

DIRATAKAN: Sebagai upaya perluasan jalur Kereta Api (KA) pihak DAOP 2 Bandung meratakan rumah dan pohon di sekitar jalur yang bakal dilalui KA jurusan Bandung-Cianjur ini.

DIRATAKAN: Sebagai upaya perluasan jalur Kereta Api (KA) pihak DAOP 2 Bandung meratakan rumah dan pohon di sekitar jalur yang bakal dilalui KA jurusan Bandung-Cianjur ini.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Rabu (8/4) siang kemarin Sebanyak 27 bangunan dan rumah di RT 03 RW 01 Desa Bojongmeron Wetan, Kelurahan Sayang, Cianjur diratakan dengan tanah. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut pembersihan jalur kereta api Bandung-Sukabumi yang memasuki tahap ketiga.

Dari pembongkaran bangunan dan rumah tersebut, tidak ada ganti rugi yang diberikan kepada semua warga dari pihak PT KAI atau pihak manapun.

“Orangtua saya pensiunan pegawai PT KAI. Maka dari itu kami meninggali tempat ini. Kami sadar tanah ini milik negara, tapi kenapa tidak ada bantuan sama sekali padahal kami membayar sewa setiap tahunnya,” kecam Uloh (56), salah satu warga Desa Bojongmeron Wetan, Kelurahan Sayang.

Sementara, Ketua RW 01, Meli, ditemui di lokasi mengatakan, jumlah total keseluruhan pembongkaran dari tahap satu sampai tiga ini ada 46 Kepala Keluarga (KK) dari 36 rumah dan bangunan.

“Banyak warga saya yang terpencar. Ada yang pindah rumah, kontrak dan ada juga yang ikut dengan saudaranya. Yang lebih menyedihkan lagi, bahkan ada yang tidur di masjid. Kenapa harus demikian, tanpa ada sisi kemanusian. Setidaknya ada sedikit bantuan yang diberikan kepada warga,” kecam Meli.

Meli menambahkan, untuk sementara ini, pihaknya hanya bisa memberikan bantuan berupa sosialisasi, perhatian dalam bentuk apapun serta mengamankan warga agar bisa nyaman dan sadar dalam menyikapi adanya pembongkaran ini.

“Secara tidak langsung, pada dasarnya, jelas warga tidak memerima begitu saja karena sudah lama menempati bahkan ada yang sudah lebih dari 50 tahun. Kami Butuh waktu yang panjang untuk menenangkan warga,” ujar Meli

Terpisah, Senior Manager Security PT.KAI Daop 2 Bandung, Bayu, mengaku, pihaknya hanya menjalankan tugas bahwa bangunan dan rumah yang berada di sisi kanan dan kiri rel kereta api dalam radius 12 meter harus ditertibkan karena untuk keamanan warga ketika KA melintas. Hal tersebut sudah tertuang jelas di dalam peraturan dan perundangan yang berlaku.

“Jumlah bangunan yang dibongkar sekitar 65. Namun kami tidak bisa memberikan konpensasi karena bangunan dan rumah yang berdiri itu berada di tanah milik negara,” ujar Bayu.

Bayu menambahkan, satu-satunya kompensasi yang diberikan pihaknya hanyalah untuk PAUD yang juga berdiri di lahan yang termasuk ke dalam area steril. Namun, PAUD yang bersangkutan akan mencari sendiri lahan penggantinya.

“Konpensasinya hanya untuk ada satu PAUD yang terkena pembongkaran. Kami akan membantu untuk memdirikan bangunan di tempat relokasi melalui bantuan CSR,” terang dia.

Sementara itu, kondisi pembongkaran yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB berjalan kondusif.

“Setelah tahap ketiga akan ada tahap tahap keempat yakni 21 April mendatang, dan sekitar 40 bangunan dan rumah rencananya akan ditertibkan,” pungkas dia.(ruh/dep)

Feeds