Kasihan, Ratusan Buruh PT MPM Belum Digaji

Buruh PT Maskapai Perkebunan Mulia (MPM) Cipanas Cianjur.

Buruh PT Maskapai Perkebunan Mulia (MPM) Cipanas Cianjur.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Ratusan buruh PT Maskapai Perkebunan Mulia (MPM) Cipanas Cianjur, tiga bulan ini belum menerima honor. Kondisi tersebut membuat para karyawan mengaku kesulitan untuk mendapatkan dana.

Kondisi tersebut berawal sejak perusahaan dengan luas area perkebunan 1.020 hektar itu pindah tangan kepemilikan dari Probo Sutejo ke Kwee Cahyadi Kumala (KCK). Namun lantaran pemilik HGU perkebunan teh itu tengah tersangkut dugaan kasus tukar menukar tanah dengan Bupati Bogor Rahmat Yasin oleh KPK, akibatnya perusahaan kurang diperhatikan.

“Buruh harian sekitar 100 orang belum digaji selama dua bulan, dengan besar gaji per bulan sekitar Rp600 ribu atau sama dengan Rp20 ribu per hari. Sedangkan untuk karyawan tetap sudah tiga bulan dari Januari, jumlah pegawai sekitar 60 orang dengan gaji Rp900 ribu per bulan,” kata Bagian Pengawas PT MPM Budi kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id), kemarin (8/4).

Dijelaskannya, akibat gaji selama tiga bulan tidak diberikan karyawan banyak yang meminjam uang. Bahkan ada diantara mereka yang alami stres. “Kami sudah stres, tiga bulan gaji belum turun, tapi jika kami keluar malah kami tidak akan digaji, bahkan khawatir diusir dari komplek perumahan PT MPM. Makanya kini hanya bisa pasrah dan bertahan, meskipun hutang sudah menumpuk. Jika tidak keluar gaji mati saya,” tegasnya.

Para buruh sendiri sempat mempertanyakan ke bagian personalia, tapi malah dimarahi. Bahkan ada karyawan yang mengikuti aksi damai dan kini disanksi pindah tempat kerja. “Kami berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak nasib karyawan teraniyaya,” ujar Budi diamini buruh lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi menjelaskan, pihaknya menyarankan para buruh meminta hak nya, tapi dengan cara damai. “Saya pernah bicara kepada Administratur PT MPM tentang masalah gaji, dan dia akan menyelesaikannya. Namun jika masih dipersulit saya akan kembali lagi menghadap Administratur PT MPM,” paparnya. Saat akan dihubungi Administratur PT MPM tengah tidak ada di tempat.(fhn/dep)

Feeds