Terminal Cipanas Tak Layak Masuk Kategori C, Ini Alasannya

Kondisi Terminal Cipanas

Kondisi Terminal Cipanas

POJOKSATU.id, CIANJUR – Di Terminal Cipanas, kini sudah dibangun pasar dan lokasi bongkar muat barang setiap harinya. Kondisi tersebut membuat luasan areal terminal yang tersisa hanya 2.700 meter persegi saja.

Kepala UPT Terminal Cipanas D. Soedrajat menjelaskan saat ini kondisi Teminal Cipanas sudah tidak layak jika masuk kategori Terminal tipe C. Karena luas arealnya terus berkurang setelah dibangun berbagai pasar. Apalagi terminal Cipanas ini sudah tidak bisa dilepaskan lagi dengan aktivitas bongkar muat bareng.

“Sisa luasan areal terminal terus mengecil, apa mungkin bisa menampung sebanyak 2.800 kendaraan dari berbagai trayek,” kata Soedrajat.

Saat ini di terminal tersebut menampung angkum jurusan Cipanas-Cianjur, Cipanas-Mariwati, dan puluhan trayek angkot lainnya. Pihaknya menyayangkan sikap pemerintah yang mengeluarkan izin untuk pembangunan pasar baru, padahal harusnya bisa memaksimalkan pasar yang sudah ada. Akibatnya areal yang sebelumnya sudah direncanakan untuk terminal semakin menyempit.

“Ada oknum pejabat Pemkab Cianjur yang bilang Desa Cipanas membangun terus pasar, padahal yang memberikan izin sendiri dari pemkab ini kan aneh,” sesalnya.

Dijelaskannya, jika dipaksakan Terminal Cipanas masuk kategori terminal Tipe C yang melarang aktivitas bongkar muat, tentunya akan menuai protes para pedagang. Maka diharapkan Terminal Cipanas bisa nemampung angkot antar desa dan dalam Kecamatan Cipanas.

“Kalau untuk Terminal Cipanas khusus angkot antar desa itu kurang lebih hanya 520 kendaraan saja, dan Terminal Cipanas bisa menampungnya. Namun jangan dilupakan juga kita juga harus memikirkan keluar masuk kendaraan dan aktivitas bongkar muat,” tuturnya.

Ditambahkanya, jika terminal tidak bisa menampung angkot dari luar Cipanas, sehingga diharapkan pemkab bisa mencari lokasi terminal baru yang lebih tepat.

”Pemerintah memiliki kewajiban untuk bisa merealiasasikan janjinya, dengan menata Terminal Cipanas ini. Pemerintah harus menghotmix jalan, pengadaan rambu lalu lintas, hingga pengadaan personil Dinas Perhubungan untuk mengelola kendaraan yang masuk dan keluar,” harapnya.

Pihaknya akan mengelola wilayah terminal dan Dishub berkewajiban mengatur arus lalu lintas kendaraan, dan infrastruktur penunjang lainnya.“Kami sudah menata pedagang dengan membersihkan areal sekitar Cipanas, untuk parkir kendaraan. Namun, sayangnya pemerintah belum memberikan kejelasan soal penataan areal terminal ini,” tegasnya.(fhn/dep)

Feeds