Bekas Pimpinan ISIS Indonesia Dibela 8 Tim Pembela Muslim

Chep Hermawan, mantan pimpinan ISIS menjalani sidang kedua dalam kasus penipuan. Foto: Guruh/Pojoksatu.id)

Chep Hermawan, mantan pimpinan ISIS menjalani sidang kedua dalam kasus penipuan. Foto: Guruh/Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Bekas pimpinan ISIS regional Indonesia, Chep Hermawan, dibela 8 pengacara dari tim pembela muslim. Pria yang mengaku mendanai pemberangkatan militan ISIS ke Suriah itu menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Selasa (7/4/2015).

Chep Hermawan duduk di di meja hijau karena diduga melakukan tindak pidana penipuan proyek fiktif di Cianjur, Jawa Barat. Di sidang kedua ini, Chep membawa 8 pengacara dari tim pembela muslim.

Seperti halnya pada sidang pertama, massa pendukung pria yang juga menjadi ketua ormas Gerakan Islam Reformis (Garis) itu tidak tampak di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur di Jalan Dr Muwardi (Bypass).

Sidang yang sempat mundur sekitar satu jam dari jadwal yang sudah ditetapkan yakni pada pukul 09.00 WIB itu, hanya dihadiri oleh keluarga, kerabat dan mendapat penjagaan dari puluhan anggota Satsabhara Polres Cianjur.

Pengacara Chep, Achmad Nichdan, bersikukuh bahwa kasus kliennya itu bukan merupakan kasus pidana. Ia pun menyatakan bahwa permasalahan yang menjerat Chep adalah kasus perdata.

“Seharusnya ini masuk perdata dan bukan pidana. Karena klien kami itu sudah mengembalikan uang yang menjadi kesepakatan antara kedua belah pihak. Cuma memang ada perbedaan persepsi antara klien kami dengan saksi terlapor, saudara Taufik, tentang besaran uang yang harus dikembalikan jika proyek tersebut tidak didapatkan,” kata Nichdan, ditemui di PN Cianjur, Selasa (7/4) kemarin.

Selain itu, hal lain yang mendukung penilian pihaknya bahwa perkara tersebut lebih mengarah ke kasus perdata adalah pihak saksi terlapor sudah bertemu langsung dengan kepala dinas PU dan Binamarga Kabupaten Cianjur kala itu yang mengatakan bahwa proyek dimaksud adalah benar-benar ada dan bukan merupakan proyek fiktif.

“Dia itu sudah ketemu langsung dengan kepala dinasnya kok. Dan, kepala dinasnya itu mengatakan sendiri bahwa proyek itu ada. Jadi bukan klien kami yang menipu,” sanggah dia.

Nichdan menambahkan, terkait perselisihan perhitungan uang yang dikatakan sebagai uang muka proyek antara kliennya dan saksi pelapor, ia bersikukuh bahwa uang tersebut sudah dikembalikan sepenuhnya. Cuma saja, lanjut dia, ada sisa uang sekitar Rp50 juta saja yang belum dikembalikan ketika proyek tersebut tidak didapatkan.

“Perhitungan sisa uang itu beda persepsi. Kalau saksi pelapor mengatakan bahwa uang yang belum dikembalikan adalah Rp150 juta. Tapi klien kami meyakini bahwa uang yang belum dikembalikan hanya Rp50 juta. Selama ini juga klien kami ingin mengembalikan uang sisanya itu, tapi saksi pelapor tidak mau menerimanya. Dia mintanya tetap Rp150 juta,” papar Nichdan.

Dikatakan Nichdan, pihaknya sudah mempersiapkan saksi-saksi yang meringankan kliennya itu. Adapun saksi-saksi tersebut berjumlah tiga sampai empat orang.

“Itu saksi dari kami yang meringankan klien kami. Nanti pasti akan kami hadirkan semua,” tukas dia.
Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU), R Yudica, mengatakan, persidangan kedua ini memang dijadwalkan untuk mendengarkan keterangan dari saksi-saksi. Pihaknya pun sudah melayangkan pemanggilan untuk tiga orang saksi.

Tapi, lanjut dia, saksi ketiga yang warga Lampung itu berhalangan dan tidak bisa menghadiri persidangan. Alasannya, saksi tersebut sedang ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Ada tiga saksi yang kami panggil. Yakni saudara Taufik sebagai saksi terlapor dan saudara Yusuf warga Cianjur,” kata dia.

Yudica menjelaskan, sidang selanjutnya kembali digelar pada Rabu (15/4) mendatang untuk kembali mendengarkan keterangan dari saksi-saksi lainnya.

Sedangkan disinggung tentang pembelaan dari pihak terdakwa, Yudica menyatakan bahwa itu merupakan hak dari yang bersangkutan. Pihaknya hanya akan melihat dari data dan fakta di dalam persidangan.

“Yang terpenting adalah data dan fakta di persidangan. Yang ada pada kami semua hasil dari pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Itu yang kami pegang,” pungkas dia.(ruh/dep)

Feeds