Kebijakan Pemerintah Sengsarakan Masyarakat

bbm premium

POJOKSATU.id, CIANJUR – Gejolak perekonomian negara yang masih labil, berdampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama di Desa Cipanas. Sebab, di desa ini terdapat 7 buah pasar dan menjadi pusat perekonomian Cianjur Utara.

Kepala Desa Cipanas Dadan Busyrol Karim menjelaskan, masyarakat Desa Cipanas mayoritas pedagang dan petani sayur mayur. Sehingga dengan gejolak perekonomian bangsa Indonesia saat ini jelas sangat berdampak.
”Ada 7 pasar yang menjadi pusat perekonomian kawasan Cianjur Utara. Sehingga dengan naiknya harga BBM yang berdampak kenaikan berbagai sembako menjadi pukulan tersendiri bagi masyarakat,” papar Dadan.

Dijelaskannya, selama kepemimpinan Jokowi saja sudah tiga kali perubahan harga BBM. Pengaruhnya sangat jelas. Selain harga sembako yang melonjak, daya beli masyarakat juga jauh merosot.

”Biaya angkut sembako kini sudah berubah, dan itu yang membuat harga sembako tidak stabil. Namun sayangnya situasi pasar juga kini sepi karena daya beli masyarakat menurun, sehingga kondisi ini membuat pedagang merugi,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, dirinya sangat berharap pemerintah benar-benar bisa merealisasikan program pro rakyat dengan mengatur harga BBM dengan bijaksana. ”Jika terus menerus fluktuatif seperti ini dan harga melonjak jelas akan menyengsarakan masyarakat,” imbuhnya.

Jamal (46) salah seorang warga Desa Cipanas mengaku kebijakan presiden dengan terus menerus menaikan harga BBM akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat. ”Lantaran selain harga biaya transportasi yang naik, sembako ikut naik, sedangkan mata pencaharian masyarakat tidak menghasilkan untung
berlebih,” ucapnya.(fhn/dep)

Feeds