Ini Keluhan Para Petani Cianjur

Petani

Petani

POJOKSATU.id, CIANJUR – Keberadaan lahan pertanian di Kabupaten Cianjur yang kian berkurang menuai perhatian LSM Gempur Cianjur. Ketua PAC LSM Gempur Kabupaten Cianjur, Eman Suherman mengatakan, pihaknya kini telah menerima ragam keluhan dari masyarakat khususnya petani.

Keluhan itu berangkat dari semakin berkurangnya lahan pertanian di Cianjur yang telah berganti wajah menjadi sejumlah bangunan atau gedung. “Kalau informasi yang masuk ke kita sudah sangat banyak. Semua itu gara-gara mereka (petani, red) banyak yang tidak bisa bekerja lagi,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).

Ia mengungkapkan, saat ini lahan pertanian yang kian hari kian berkurang paling sering terjadi di wilayah Kecamatan Mande, Cikalongkulon dan Sukaluyu. Kendati tidak mengetahui jumlah lahan yang berkurang, Eman menegaskan, pemkab Cianjur sebaiknya bisa mengakomodir kebutuhan petani.

Ia mengaku, sejumlah petani memang kerap menggarap lahan sawah bukan di atas lahan milik pribadi, melainkan lahan milik oranglain. Namun, ia pun mendesak agar petani tetap mendapatkan hak yang semestinya.

“Tak sedikit petani yang menggarap lahan sawahnya bertahun-tahun dan bergantung pada hasil sawah. Kalau lahannya tak ada, masa mau dibiarkan begitu saja?,” terangnya. Ia mengungkapkan, apabila perusahaan atau pabrik yang hendak mendirikan bangunan di atas lahan sawah sebaiknya melakukan ganti rugi.

Hal itu sudah tertuang dalam Permen RI Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. “Dan jangan lupa untuk selalu menerapkan dan mengedepankan CSR,” tegas Eman. (yaz/dep)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …