Dewan Sesalkan Pengawas Pungli

Ilustrasi Pungli

Ilustrasi Pungli

POJOKSATU.id, CIANJUR – Terkait adanya kasus pungutan liar (pungli) oleh oknum pengawas SD di Pusbindik Kecamatan Pagelaran HE menuai perhatian dari sejumlah kalangan, termasuk anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

“Saya sangat kecewa ternyata masih saja ada pihak yang melakukan perbuatan seperti itu. Bahkan sangat menyesalkan yang melakukannya seorang pengawas sekolah yang seharusnya dapat menjaga nama baik instansi,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur Sapturo pada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id), kemarin.

Dia menegaskan, akan melakukan penindakan tegas kepada yang bersangkutan dengan cara terjun langsung ke lapangan mengecek kebenaran dugaan pungli, hingga melaporkannya ke pihak Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur.

“Ya dalam hal ini pengawas bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang nakal,” ungkapnya seraya pihaknya juga akan segera mengundang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, untuk sama-sama menilai atas kasus tersebut.

Sementara itu, Kantor Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Kapusbindik) TK SD Pagelaran Sapaat Riyadi atau biasa dipanggil Edi mengaku sudah memanggil HE pengawas SD untuk diminta klarifikasi terkait dugaan pungutan sertifikasi guru.

“Iya memang benar, kami telah memanggil yang bersangkutan (HE,red), untuk menyampaikan klarifikasi terkait dugaan pungutan tersebut,” kata Sapaat kepada Radar Cianjur, kemarin.

Menurut Sapaat, saat diminta klarifikasi, HE mengaku tidak pernah melakukan dugaan pungutan sertifikasi kepada 200 orang guru. Malahan jika benar ia melakukan pungutan, siap diberikan sanksi tegas. “Saat diminta klarifikasi, HE menegaskan tidak pernah meminta uang untuk pengurusan sertifikasi itu,” tegasnya.

Meski begitu, HE mengakui, pernah membantu guru yang sudah sertifikasi di bawah binaanya tepatnya di 15 SDN. Para guru yang dibantu itu jumlahnya dibawah 20 orang, terutama mengenai penilaian kinerja guru (dapodik). “Karena dibantu para guru yang sudah sertifikasi ada yang memberi uang. Itu juga tidak semuanya, dan jumlahnya kecil tidak seperti yang diisukan,” imbuhnya.

Pernyataan HE juga sudah diklarifikasi yang dituangkan melalui berita acara yang ditandatangani bersangkutan, jika isu pungutan tersebut tidak terbukti dan tidak ada. Meski demikian, tetap pengawas tersebut diberikan pembinaan agar tidak gegabah melaksanakan kebijakan di luar ketentuan.

“Isu ini memang kencang, tetapi saat di cek ternyata tidak ada. Kami menghimbau kepada guru atau pengawas di lingkungan Pagelaran harus bekerja profesional jangan sampai ada kebijakan yang tidak sesuai aturan,” imbuhnya. (riz/dep)

Feeds