Polwan Cianjur Tak Dipaksa Kenakan Jilbab

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Keputusan berjilbab bagi Polwan yang tertuang dalam surat keputusan Kapolri Nomor 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015 menuai perhatian Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti. Baginya, keputusan itu tidak bersifat mutlak dan tak bisa dipaksakan kepada Polwan yang bersangkutan.

“Memang benar adanya, tapi semuanya itu akan dikembalikan ke masing-masing pribadi Polwannya. Apakah mau digunakan atau tidak,” ujarnya. Ia menjelaskan, tak ada hukuman atau sanksi yang akan diberlakukan apabila Polwan Cianjur tak menggunakan jilbab.

Namun, ia memberi apresiasi. Pasalnya, menggunakan jilbab sudah sesuai dengan kondisi dan kultur Indonesia khususnya di Cianjur karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. “Sangat tepat apabila diterapkan di sini (Cianjur, red),” tambah Kapolres.

Ia menambahkan, penggunaan jilbab sebaiknya digunakan sesuai dengan tupoksinya. Warna jilbab yang akan digunakan pun tak boleh terlalu mencolok dan jauh dari seragam kesatuan. “Kalau pakainya warna pink atau yang terang-terang juga tidak diperbolehkan,” papar polisi dengan melati dua di pundaknya itu.

Lebih lanjut ia menuturkan, jilbab sebaiknya tidak mempengaruhi kinerja. Artinya, jilbab jangan sampai menghambat tugas dan tanggungjawab Polwan. Ia mencontohkan, misalkan pada satuan reskrim atau intel, menggunakan jilbab yang tidak sesuai dengan warna kesatuan pun dinilai sah-sah saja.

“Kalau mereka boleh pakai warna apa pun,” paparnya. Saat ini, sedikitnya 30 Polwan sudah bertugas di Cianjur. Ia berharap, setiap Polwan mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. (yaz/dep)

Feeds