Nyalakan Lilin, Kakek di Bogor Ini Tewas Terpanggang

TEWAS: Jenazah Cenar (70) yang terbakar bersama rumahnya.

TEWAS: Jenazah Cenar (70) yang terbakar bersama rumahnya.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Pencahayaan menggunakan lilin memang sangat diperlukan. Apalagi saat kondisi listrik padam. Namun pemakaiannya pun harus selalu diperhatikan. Mulai dari penempatan hingga alas yang digunakannya.

Seperti yang terjadi di Kampung Mengker RT 02/01 Desa Sirnagalih Kecamatan Jonggol, Senin (12/2/18). Akibat lilin, satu unit rumah terbakar. Tak hanya itu, api juga membakar pemiliknya yang tinggal seorang diri.

Kapolsek Jonggol Kompol Agus mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Pemilik rumah, Cenar (70) diduga sedang berada di dalam rumah sehingga menjadi korban. Namun belum diketahui apakah sedang tertidur atau masih beraktivitas.

“Penyebab kebakaran tersebut diduga dari lilin yang dinyalakan oleh korban yang disimpan dalam kamar tidurnya,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Rabu (14/02/2018).

Warga yang mengetahui peristiwa itu, lanjutnya, langsung bergotong royong memadamkan api. Sebab jika harus menghubungi pemadam kebakaran, lokasinya cukuo jauh dan membutuhkan waktu lama.

“Yang dihubungi oleh warga hanya PLN agar listrik tidak ikut terbakar dan merambat ke rumah lainnya,” tuturnya.

Memang diketahui, korban memiliki penyakit pikun. Terlebih korban tinggal sendirian. Sebab anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal di desa lain.

“Rumah yang terbakar juga merupakan rutilahu yang sedang direnovasi sehingga hanya rumah korban yang saat itu belum dinyalakan listriknya,” tuturnya.

Saat api padam, sambungnya, kepolisian mencoba melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp). Diduga korban meninggal dunia karena kehabisan nafas. Sebab kondisi tubuh korban hanya sebagian yang terbakar.

Dirinya mengimbau. hendaknya masyarakat tidak menggunakan lilin yang ditinggal tidur. Menurutnya, lebih baik menggunakan lampu emergency saja yang dirasa cukup aman. “Kerugian materil diperkirakan sekira kurang lebih Rp30 juta,” pungkasnya.

(RB/rp2/pojokjabar)


loading...

Feeds