Dishub Kota Bogor Evaluasi Rerouting Angkot

EVALUASI: Meski sudah berjalan, program rerouting angkot kembali dievaluasi.

EVALUASI: Meski sudah berjalan, program rerouting angkot kembali dievaluasi.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Hampir dua bulan pelaksanaan rerouting angkot di empat TPK rupanya belum maksimal. Maka itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor melakukan evaluasi.

Sekretaris Dishub Kota Bogor Agus Suprapto mengatakan, ada beberapa hal yang harus dievaluasi agar pelaksanaan rerouting berjalan maksimal. Di antaranya permasalahan operasional dan pengamanan.

Selain itu, badan hukum yang ditunjuk mengelola angkutan di TPK diakuinya belum siap mendatangkan bus sedang yang nantinya mengganti angkutan umum yang sekarang, mengisi trayek TPK.

“Rerouting ini kan permulaan dari program konversi angkot ke bus, karena belum bisa (dikonversi) yang penting trayek TPK-nya jalan dulu. Makanya diawali konsep 3:2 angkot di beberapa TPK, artinya tiga angkot jadi dua angkot dulu,” jelas Agus.

Saat ini kata dia, masih jalan dengan trayek lama sambil sosialisasi. “Nah ini agak menimbulkan kendala, kurangnya pemahaman dari para sopir dan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Agus, jalur-jalur feeder yang mendukung angkutan TPK, yang melayani penumpang ke pelosok-pelosok belum optimal dan menjadi evaluasi. Walaupun kendaraan yang ditunjuk leader TPK sudah ada, dan siap jalan.

“Untuk feeder yang trayeknya perintisan baru harus terus sosialisasi kepada masyarakat. Trayek perpanjangan saja masih banyak kendala, misalnya yang ke Yasmin, itu kan perlu dievaluasi juga,” sambungnya.

Selama ini menurut Agus, sebagian besar jalur tidak dilalui angkot, hanya ojek. Maka itu harus gencar sosialiasi. “Target Maret semua trayek feeder sudah jalan,” kataya.


loading...

Feeds