Begini Seharusnya Cara Generasi Muda Zaman Now Tangkal HIV AIDS

-- Generasi muda di Bogor harus sigap menyikapi, mengenal, mengatasi, dan menanggapi permasalahan ancaman HIV/AIDS.

-- Generasi muda di Bogor harus sigap menyikapi, mengenal, mengatasi, dan menanggapi permasalahan ancaman HIV/AIDS.

 

POJOKJABAR.com, BOGOR – Generasi muda di Bogor harus sigap menyikapi, mengenal, mengatasi, dan menanggapi permasalahan ancaman HIV/AIDS.

Untuk menjawabnya perlu ada tidakan nyata oleh generasi muda yang akan menjadi agen perubahan negeri ini di masa mendatang.

“Tujuan dari diadakannya rangkaian talk show adalah untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, memunculkan rasa peduli terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), dan mendorong lahirnya konselor sebaya di kalangan pelajar,” jelas Syahrizal Rakhman, ketua IMAGO Indonesia membuka talkshow interaktif yang dihadiri pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Plaza Botani Square, Minggu (21/1/2018).

Syahrizal menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia.

Badan Pusat Statistik (2017) memprediksikan di tahun 2017, jumlah penduduk Indonesia mencapai 261,89 juta jiwa.

Lanjutnya, jika melihat piramida penduduk Indonesia, dewasa ini usia penduduk didominasi usia di bawah 40 tahun.

Hal ini menunjukan bahwa piramida penduduk Indonesia masuk dalam tipe ekspansive.

Sementara itu, berdasarkan catatan data demografi menunjukkan kondisi rasio ketergantungan penduduk Indonesia adalah sebesar 48,1 (Katadata, 2017).

Artinya, masih kata Syahrizal,  setiap 100 penduduk usia produktif menanggung penduduk usia non produktif sekitar 48-49 orang.

Berdasarkan data di atas, terdapat ancaman yang sangat serius yang mengintai generasi muda. Acaman ini menyangkut penduduk usia produktif di masa mendatang.

“Ancaman tersebut salah satunya adalah dalam pola pergaulan remaja/pemuda saat ini. Kesalahan dalam pola pergaulan tersebut tentunya menciptakan dampak negatif, seperti maraknya penyakit HIV/AIDS, Narkoba dan adanya perilaku menyimpang seksual,” jelasnya.

Syahrizal mengungkapkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2016 menyebutkan bahwa pada akhir tahun 2015, terdapat 36,7 juta orang yang hidup dengan HIV.

Jumlah ini meningkat sebanyak 3,4 juta orang dibandingkan pada tahun 2010. Selain itu, P2PL Kemenkes RI (2015) juga  menyebutkan bahwa pola penularan HIV berdasarkan usia selama 2010-2015 paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif yaitu usia 25-49 tahun dan 20-24 tahun.

 

 

“Perilaku dan gaya hidup bebas menjadi salah satu penyebab utama banyaknya jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan kajian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kata Syahrizal,  pola penularan HIV/AIDS relatif sama selama lima tahun terakhir (2010-2015).

“IMAGO Indonesia mencoba untuk melakukan suatu upaya sebagai bentuk kontribusi dan tanggung jawab kepada masyarakat.IMAGO Indonesia mencoba mengambil momen peringatan Hari AIDS pada Desember 2017,” katanya.

IMAGO Indonesia mengadakan rangkaian acara terkait bahaya dari AIDS dan pola pergaulan yang harus diperhatikan oleh para generasi muda.

Setelah mengikuti acara ini, Syahrizal berharap, pelajar dan masyarakat pada umumnya menjadi lebih waspada akan bahaya HIV/AIDS.

 

(don/pojokjabar)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds