Hore! Jembatan Cipamingkis Bogor Segera Beroperasi

RESMI BEROPERASI: Seorang warga saat melintas di Jembatan Cipamingkis.

RESMI BEROPERASI: Seorang warga saat melintas di Jembatan Cipamingkis.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Jembatan Cipamingkis segera beroperasi seperti biasa. Jembatan yang putus lantaran tergerus derasnya arus sungai itu sudah mulai dilalui kendaraan berat, jumát (15/12/17).

Pantauan Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), terdapat truk dan beberapa kendaraan roda dua yang melintas. Hanya saja, jalur belum dibuka karena proses pengaspalan belum selesai.

Camat Jonggol, Beben Suhendar mengatakan jembatan diprediksi akan kembali berfungsi pada akhir Desember ini. Ia mengaku langsung  mendapat informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Barat. “Ini masih prediksi bisa saja mulai operasinya Januari mendatang,” tuturnya.

Menurutnya, jembatan yang menjadi akses strategis ini merupakan bangunan permanen dengan nilai proyeknya sekitar Rp60 miliar. Oleh karena itu, kata dia butuh perhitungan matang untuk kesiapan aktifasi jalur.

“Selama belum betul-betul selesai memang belum bisa dilalui. Jika pengaspalan sudah selesai dilakukan, pasti pengendara dipersilahkan untuk melaluinya,” tukasnya.

Di sisi lain, rampungnya pekerjaan jembatan ini justru membuat pengelola jembatan di jalur alternatif di Kampung Cagaita, Desa Jonggol dan Simpang Jonggol-Bekasi tepatnya Desa Weuninggalih Geulis, Cibarusah Bekasi resah.

Aceng (33) salah satu pengelola jembatan mengaku akan banyak kehilangan pendapat jika aktifitas dijalur jembatan Cipamingkis kembali normal. “Pasti akan berpengaruh mas. Karena yang lewat makin sedikit,” katanya.

Meski enggan menyebutkan laba pendapatannya tiap hari, menurut Aceng, jembatan alternatif ini cukup membantu perekonomian masyarakat. Sebab, meski jembatan utama telah berfungsi, pengelolaan jembatan alternatif tetap akan berlanjut.

“Karena jembatan alternatif ini masih dipakai untuk motong jalan lebih dekat. Walaupun yang menggunakan hanya warga sekitar,” sambungnya.
Dalam penerapan sumbangan, ia mengaku tak akan menarif harga. Sebab, para pengelola tak hanya mendapat sumbangan berupa uang. Tak jarang yang mendapat rokok dari pengendara.

“Banyak yang kasih rokok, dan kami tidak mengharuskan bayar uang. Ada yang ngasih Rp2 ribu kami terima. Tidak pun tak akan kami paksa,” akunya.

Pengelola jembatan alternatif lainnya, Jamali (47) yang biasa menodongkan jaring sumbangan di jalur Jonggol-Bekasi Desa Weuning Geulis ini mengaku akan kembali bertani usai jembatan Cipamingkis beroperasi. “Kalau sepi (pengendara,red) saya nyangkut lagi,” tukasnya.

Ia mengaku rutin mengantongi uang puluhan hingga ratusan ribu setiap harinya dari para pengendara jalur Jonggol-Bekasi, Cibarusa yang menyumbangkan uang recehnya. “Kalau Sabtu dan Minggu saya dapat sampai Rp200 hingga Rp350 ribu. Kalau hari lain, hanya puluhan ribu,” tuturnya.

(RB/azi/pojokjabar)

 


loading...

Feeds