Usai Belanja di Minimarket, Pelaku Pengedar Uang Palsu Ditangkap

POJOKJABAR.com, BOGOR– Aksi penipuan lelaki paruhbaya bernama Yuswada Rubin (40) harus berakhir di hotel prodeo. Warga Kelurahan Tanjung Duren Jalan Way Seputih 1 RT04/01 ini ditangkap kepolisian sektor Megamendung usai  beberapa jam berbelaja menggunakan uang palsu di beberapa Minimarket di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Penangkapan yang dipimpin langsung Anggota Kanit Resrim dipimpi  Kapolsek Megamendung, AKP Aulia Djabar. Kepada pojokjabar, Aulia Jabaf mengatakan, pelaku diamankan pada 11.30 WIB setelah transaksi menggunakan uang palsu di beberapa minimarket Alfamart, Kampung Cipayung RT01/04, Desa Cipayung Girang,  Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor.

Modus pelaku yakni membelanjakan uang palsu agar mendapatkan kembalian uang asli dari transaksi.
Awalnya, pelaku dicurigai sejak transaksi di Indomart Kopo, Cisarua. Kemudian karena curiga, pelaku diikuti Ilham dan Mugi Karyawan. Dari lokasi pertama kemudian pelaku mampir membelanjakan lagi uang palsunya di Alfamart Cipayung.

“Mereka langsung melapor ke Babinkamtibmas dan anggota kami Aiptu M. pardede. Pelaku langsung ditangkap,” kata Mantan Kasat Reskrim Polres Bogor ini.

Dengan wajah ketakutan Pelaku digiring ke Polsek Megamendung untuk diperikasa. Saat diintrogasi, pelaku mengaku sengaja membelanjakan uang palsu tersebut untuk membeli rokok. Pelaku pengedar uang palsu tersebut mengaku mendapat dari temannya di Pekalongan Jawa Tengah. Saat ini polisi masih menyelidiki kasua tersebut. “Barang bukti berupa delapan lembar uang palsu pecahan 100 ribu di dompet. 10 lembar uang palsu pecahan 100 ribu di dalam tas,” katanya.

Atas perbuatannya, Yuswada Rubin diancam terjerat Pasal 244 KUHP subsider 245 KUHP tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pasal 244 KUHP tersebut berbunyi Barang siapa memalsu, meniru atau memalsu mata uang atau kertas yang dikeluarkan oleh negara dengan maksud untuk mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang atau uang kertas itu sebagai asli dan tidak palsu diancam dengan pidana 15 tahun penjara.

Sedangkan, Pasal 245 KUHP berbunyi barangsiapa dengan sengaja mengedarkan mata uang atau uang kertas yang dikeluarkan oleh negara atau bank sebagai mata uang atau uang kertas asli dan tidak palsu padahal ditiru atau dipalsu olehnya sendiri atau waktu diterima diketahuinya bahwa tidak asli atau palsu atau pun barang siapa menyimpan atau memasukkan ke Indonesia, mata uang dan uang kerta yang demikian dengan maksud untuk mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang atau uang kertas itu sebagai asli dan tidak palsu diancam dengan pidana 15 tahun penjara.

Kapolsek mengapreaiasi karyawan yang cepat tanggap. Ia menghimbau agar masyarakat segera melapor jika mengetahui menemukan beredarnya uang palsu.

“Kami meminta warga yang menemukan atau melihat adannya transaksi uang palsu segera laporkam agar kami bisa segera menangkapnya,” tandas Aulia.

(don/pojokjabar)

 


loading...

Feeds