Beredar Meme Bima Arya Kampanye Pilkada Pake Kopi Liong, Pengamat: Itu Masih Etis

Walikota Bogor Bima Arya saat mengunjungi pabrik kopi liong.

Walikota Bogor Bima Arya saat mengunjungi pabrik kopi liong.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Meme Bima Arya yang beredar baru-baru ini mengkritisi aksi Bima Arya yang dianggap memanfaatkan kopi liong sebagai pencitraan jelang Pilkada 2018.

Namun, Pengamat Kebijakan Publik Yus Fitriadi menilai walau bagaimana pun aksi Bima Arya tidak bisa disebut penyalahgunaan wewenang.

Selain tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh Bima Arya, apapun bentuk aksi politik yang dilakukan Bima selama masih dalam koridor tugasnya melayani rakyat dan warga Bogor maka sah-sah saja.

“Ketika berbicara etis tidak etis maka menurut saya etis-etis saja, karena Bima sebagai Walikota Bogor harus peduli dengan produk andalan yang sedang diberitakan akan kolaps atau gulung tikar,” ujarnya kepada Pojokjabar, Jumat (24/11/2017).

Hanya saja yang harus diwaspadai menurut Yus adalah jika memang benar-benar ada penyalahgunaan jabatan sebagai Walikota demi kepentingan politik Pilkada.

“Namun apapun indikasi itu, tidak bisa dijerat oleh UU kepemiluan karena belum masuk tahapan kampanye, namun bisa dijerat oleh undang-undang lain, seperti UU ASN, UU Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dan lainnya,” jelas dia.

Walikota Bogor Bima Arya menjadi sasaran bully pasca heboh isu tutupnya produksi kopi liong yang akhirnya tidak terbukti gulung tikar. Kenapa?

Sejumlah aksi responsif Bima ternyata dipandang sebagian kalangan sebagai upaya kampanye terselubung jelang Pilkada Kota Bogor 2018.

BACA: Meme Bima Arya Beredar, Disebut Kampanye Pilkada Pakai Kopi Liong, Waspada Bikin…

Reaksi itu timbul dengan munculnya meme-meme yang menyindir aksi Bima mengekspoloitasi kopi liong sebagai minuman khas Bogor.

Salah satunya meme berikut yang muncul di berbagai grup pesan WhatsApp.

“Gunakan kopi liong untuk kampanye walikota, Kopi Liong Bulan itu produk andalan Kabupaten Bogor lho, etis tidak yaa,” tulis salah satu meme yang didapat redaksi.

Memang tidak bisa dipungkiri sikap reaktif Bima bakal banyak menuai reaksi di saat-saat jelang tahun politik ini.

(sta/iks/pojokjabar)


loading...

Feeds