Warga Bogor Menantang Nyawa Bermukim di Bantaran Ciliwung

BAHAYA: Bagian belakang rumah milik Siti Juleha, warga Sukasari dan dua tetangganya nyaris habis karena longsor. Juleha memilih tetap tinggal dalam ancaman bahaya longsor lantaran tidak mempunyai rumah lain lagi untuk ditinggali. MELDRICK/ RADAR BOGOR

BAHAYA: Bagian belakang rumah milik Siti Juleha, warga Sukasari dan dua tetangganya nyaris habis karena longsor. Juleha memilih tetap tinggal dalam ancaman bahaya longsor lantaran tidak mempunyai rumah lain lagi untuk ditinggali. MELDRICK/ RADAR BOGOR

POJOKJABAR.com, BOGOR – Siti Juleha (60) harus bertarung dengan maut setiap hari. Rumahnya yang berada  persis di bantaran sungai Ciliwung, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur makin hari kian menyusut.

Sejak tiga bulan lalu, dapurnya telah hilang ditelan aliran sungai, akibat longsor. Sewaktu-waktu bisa saja bagian tengah hingga depan rumahnya yang terkena longsor.

Ketika Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) berkunjung ke rumahnya, di RT05 RW02, Kelurahan Sukasari, Juleha mengaku tidak mau pindah lantaran tidak memiliki rumah lagi.

“Awalnya rumah yang disamping (longsor), terus merembet ke rumah saya. Rumah adik saya juga kena longsor. Paling parah ya tiga rumah ini,” jelas Juleha

Dia menjelaskan sudah sedari kecil menempati rumah tersebut, karena merupakan rumah warisan turun temurun dari orang tuanya yang telah lama berpulang.

Bukan tanpa rasa takut, saat hujan datang, terlebih jika disertai angin, Juleha bersama anak juga cucunya terbiasa berkumpul di ruang tengah yang tidak terlalu luas, sembari pintu depan dibuka.

Kalau-kalau hal yang tidak diinginkan terjadi. “Ada tiga kepala keluarga (KK) yang tinggal disini. Ibu enggak ada tempat tinggal lagi kecuali disini. Jadi tak bisa pindah,” bebernya.


loading...

Feeds