Satnarkoba Polres Bogor Turun ke Sejumlah Apotek, Waspadai 7 Obat-obatan Ini, Lihat Foto-fotonya

Satnarkoba Polres Bogor operasi obat-obatan terlarang di apotek

Satnarkoba Polres Bogor operasi obat-obatan terlarang di apotek

 

POJOKJABAR.com, BOGOR  – Jajaran Satuan Narkoba Polres Bogor melakukan inspeksi ke sejumlah apotek di Kabupaten Bogor.

Hal itu lakukan untuk mengantisipasi adanya obat-obatan yang berbahaya. Termasuk  tujuh jenis obat yang sudah dilarang oleh Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM).

Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam Wijaya mengatakan, pencegahan dengan cara turun ke lapangan sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu, Rabu (20/9/2017).

Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga menyebarkan selebaran himbauan larangan tujuh jenis obat yang sudah dilarang BPOM.

“Beberapa toko sudah kita tindak (datangi dan berikan solusi). Razia dilakukan bersama BNNK dan Dinkes Bogor,” kata Andri.

Ia mengungkapkan ketujuh jenis obat-obatan yang izin edarnya telah dibatalkan atau tidak diizinkan edar oleh BPOM adalah obat jenis Paracetamol Caffein Carisopradol (PCC), Magadon dengan Zat Aktif Nitrazepam, Rohypnol dengan Zat Aktif Flunitrazepam, Calmet 2 mg dengan Zat Aktif Alprazolam 2 mg, Dekstrometorfan, Tramadol produksi PT. Promedrahardjo serta obat-obatan mengandung Carisoprodol.

“Ketujuhnya sudah tidak ada izin edar oleh BPOM,” ucap dia.

Sehingga, ia berharap, dengan ini seluruh apotek, toko obat, pedagang serta apotoker agar tidak lagi mendistribusikan, mengedarkan hingga meracik ketujuh jenis obat-obatan yang sudah dicabut izinnya itu.

Karena, jika larangan dan pamplet sudah disebar, namun masih ditemukan ada yang dengan sengaja menjual, maka ada sanksi hukumnya.

“Saat ini kita berikan sosialisasi dan himbauan terlebih dahulu. Kalau masih membandel kita kenakan sanksi hukum,” harapnya.

Dirinya menambahkan, memang untuk pendistribusian, pengedaran, penjualan dan peracikan obat-obatan psikotropika Golongan I, II, III dan IV masih bisa dilakukan.

Akan tetapi, itu pun wajib mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Dinkes dan dibawah pengawasan Balai POM.

“Sedangkan penjualan langsung kepada konsumen harus berdasarkan resep dari dokter yang berkompeten sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara medis dan hukum,” tutupnya.

 

Satnarkoba Polres Bogor operasi obat-obatan terlarang di apotek

Satnarkoba Polres Bogor operasi obat-obatan terlarang di apotek

WhatsApp Image 2017-09-23 at 4.06.29 PM

WhatsApp Image 2017-09-23 at 4.06.31 PM

WhatsApp Image 2017-09-23 at 4.06.32 PM

WhatsApp Image 2017-09-23 at 4.06.33 PM

WhatsApp Image 2017-09-23 at 4.06.34 PM

(Adi/Pojokjabar)


loading...

Feeds