Korem 061 Suryakancana Nobar Film Penghianatan G30 S/PKI

NONTON BERSAMA: Korem 061/ Suryakancana menggelar nonton bareng film G30S/ PKI di aula Suryakancana, Jalan Merdeka, jumát (22/9/17).
Nobar ini akan dilaksanakan hingga 30 September mendatang. Nelvi/Radar Bogor

NONTON BERSAMA: Korem 061/ Suryakancana menggelar nonton bareng film G30S/ PKI di aula Suryakancana, Jalan Merdeka, jumát (22/9/17). Nobar ini akan dilaksanakan hingga 30 September mendatang. Nelvi/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menggelar nonton bareng atau nonton bersama film G30S PKI langsung ditindaklanjuti anak buahnya. Di Kota Bogor, nonton bareng itu digelar jumát (22/9/17), dengan pelaksana Korem 061 Suryakancana.

Hanya saja dalam tayangan yang digelar di Balai Suryakancana, Jalan Merdeka itu, ada beberapa perubahan dalam film yang disutradarai oleh Arifin C Noer tersebut. Dulunya berdurasi 3 jam lebih kini hanya 57 menit 30 detik.

“Jadi, tindakan-tindakan kekerasan yang ada di dalamnya, sudah di edit, sehingga murni film sejarah dan layak dikonsumsi semua kalangan, termasuk anak-anak,” ujar Danrem 061 Suryakancana, Kolonel Inf  Mirza Agus.

Dia  mengatakan, film ini mengisahkan bagaimana proses kudeta yang dilakukan PKI dibawah Letkol Untung terhadap Pemerintah Indonesia  “Saya lihat film ini bagus, karena isu tentang kudeta pengambil alih kekuasaan oleh PKI terlihat jelas,” bebernya.

Dia  menyebutkan, pemutaran film tersebut ditujukan kepada para prajurit agar memahami sejarah kelam bangsa Indonesia pada peristiwa pemberontakan G 30 S PKI tanggal 30 September 1965.

“Pemutaran film ini dinilai penting untuk menambah pengetahuan sejarah sekaligus mengingatkan generasi muda yang tidak mengerti tentang sepak terjang PKI dan bahaya latennya yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945,” terangnya.

Mirza menambahkan, diharapkan dalam satu hari film G 30 S/PKI rutin ditayangkan dua kali, siang hari dan malam hari selesai jam dinas. Selain di Makorem, penayangan film G 30 S/PKI juga akan dilakukan di masing-masing koramil.

“Kalau ada pelajar yang ingin nobar bisa memberikan surat permohonan, nanti kami fasilitasi untuk menayangkannya. Intinya penayangan film ini untuk mengedukasi dan menguak fakta sejarah,” tandasnya.

(radar bogor/wil/c)



loading...

Feeds