Dana PIP di Kecamatan Cigombong Bogor Dipotong?

ILUSTRASI: Plt Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cigombong Ade Suryana (kanan) saat memimpin rapat kerja dengan guru.

ILUSTRASI: Plt Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cigombong Ade Suryana (kanan) saat memimpin rapat kerja dengan guru.

POJOKJABAR.com, BOGOR — Sejumlah orangtua siswa di Kecamatan Cigombong khawatir adanya kabar pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Berdasarkan informasi yang menyebar di kalangan orang tua, sebanyak 2.500 siswa akan dipotong. Tiap murid menerima dana sebesar  Rp450 ribu. Kabarnya, bakal dipotong mulai dari Rp60-80 ribu.

“Pengambilan dana yang seharusnya langsung diambil oleh siswa atau orang tua penerima bantuan. Tapi dilakukan oleh guru masing-masing SD didampingi oknum operator,” ujar salah satu orangtua siswa RR (45) kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Pemotongan diduga untuk mencari keuntungan pribadi. Sementara dalam penyaluran dana bantuan, Kasubag UPT Pendidikan dan Ketua K3S tidak mengetahui atau menerima laporan jumlah siswa. Juga nilai nominal bantuannya yang seharusnya dilaporkan oleh oknum operator.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala UPT Pendidikan Cigombong Ade Suryana menepis kabar tersebut.ia berjanji akan mencari tahu sumber tersebut. Selain itu, pihak sekolah akan dihadirkan. Di sana orang tua menunjuk langsung siapa guru yang memungutnya.

“Dana apa, sekolah mana dan sama siapa dipotongnya. Jadi biar jelas dan tidak menjadi fitnah. Saya dapat info tapi belum jelas. Saya akan cari segera dan klarifikasi investigasi kebenarannya,” tegasnya.

Pria yang menjabat sebagai Kasi Kurikulim pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor itu mengaku baru satu bulan menjabat sebagai plt kepala upt.  Kendati demikian, ia menjelaskan, saat ini sekolah langsung bisa mengambil formulir ke bank. Tujuannya tak lain agar bisa langsung mencairkan dana tersebut.

Saat ini juga, kata Ade, sudah tidak ada dana bantuan siswa miskin (BSM) melainkan dana PIP. “Ya, karena mau ada pelayanan cepat jemput bola oleh bank. Dan saya belum terima laporan pihak sekolah yang sudah mencairkan dana tersebut,”pungkasnya.

(radar bogor/don/c)


loading...

Feeds