DPRD Minta Disdik Distribusikan Duit 2,5 Miliar, Guru Honorer Terancam….

 Jumlah guru berstatus ASN yang diangkat serentak melalui program Inpres, berjumlah sekitar 6.000 orang

Jumlah guru berstatus ASN yang diangkat serentak melalui program Inpres, berjumlah sekitar 6.000 orang

POJOKJABAR.com, BOGOR – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin, mengingatkan agar Dinas Pendidikan segera mendistribusikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk Kesejahteraan Pegawai.

Hal itu karena saat pengesahan APBD Perubahan, DPRD Kabupaten Bogor hanya memangkas anggaran, namun bukan berarti menghilangkan anggaran bagi guru honorer yang tak terakomodir di APBD murni 2017.

“Kesejahteraan Pegawai tetap ada, karena saya yang menyetujuinya. Catatan terakhir saya anggarannya sebesar Rp2,5 miliar, kita tidak tahu kalau dibelokin atau dialihkan untuk kebutuhan lain,” kata Ade.

Politisi PPP ini pun membenarkan, usulan awal biaya Kespeg sebesar Rp 6 miliar untuk kebutuhan 3 bulan, tapi karena Kabupaten Bogor memiliki defisitnya Rp 217 miliar lebih, sehingga dicari potensi lain.

Banyak anggaran yang dikurangi seperti salah satunya yaitu perjalanan dinas sama halnya dengan Kespeg juga dikurangi.

“2,5 miliar itu anggaran Kespeg yang diserahkan ke Disdik untuk berapa bulannya tergantung pendistribusiannya ke Disdik bagaimana mengelolanya,” ujarnya.

“Yang penting ada penghasilan secara bertahap untuk guru honorer dan pencairan sudah bisa dilakukan bulan depan karena sudah ketok palu di APBD Perubahan,” katanya lagi.

Seperti diketahui, 4.000 guru honorer di wilayah Kabupaten Bogor, terancam tidak akan mendapatkan dana kesejahteraan pegawai atau upah.

 (Adi/Pojokjabar)



loading...

Feeds