Begini Keterangan Polisi Soal Aksi Geng Motor yang Malah Bentrok dengan Ojek Online

Tersangka diduga geng motor diamankan di Kantor Polisi Bogor Timur

Tersangka diduga geng motor diamankan di Kantor Polisi Bogor Timur

POJOKJABAR.com, BOGOR – Kasus dugaan aksi brutal geng motor yang sempat meresahkan masyarakat, Sabtu (16/9/2017) masih diselidiki pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dugaan aksi kelompok itu lantaran dipicu balas dendam antar sekolah.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Marshudi Widodo menceritakan anak-anak dari salah satu sekolah dengan jumlah 17 orang melakukan balas dendam karena kawan mereka dipukul oleh musuh dari sekolah lain.

Mereka berkumpul di Warung Jambu dan bergegas ke Taman Heulang untuk menuntaskan dendam.

“Pada saat mereka sampai di lokasi musuh sudah kabur duluan, jadi ada masyarakat yang nimpuk yang diduga mereka berantem, gak tau siapa yang mau nimpuk, karena kebetulan di situ ada gojek online karena panik akhirnya mereka kabur ke Tugu Kujang dan dikejar gojek online,” kata Kompol Marshudi yang dikutip dari keterangan tersangka, Minggu (17/9/2017)

Kejadian itu terjadi sekira pukul pukul 23.30 WIB. Jadi, lanjut Marshudi, ada dua motor boncengan mungkin karena habis bensinnya sehingga tidak bisa langsung lari di dekat KFC Tugu Kujang.

“Kalau info dari Zei itu berantem kemudian makai celurit sumber dia itu muncul pada saat dia di Taman Heulang itu saja tidak jadi, Itu tidak ketemu pelaku (Iq) yang bawa celurit, itupun tidak ada bukti celuritnya,” ujarnya.

“Pelaku sudah kita amankan, belum ada orang tua, mereka mengira ada satu pelajar anak dari pejabat, waktu mereka di sini belum mengerti anak ini anak siapa kita akan cari Zei ini maksud dia apa,” tegas Kompol Marshudi Kepada Pojokjabar.

Hingga saat ini Kapolsek Bogor Timur mendatangi kediaman Zei untuk dimintai keterangan dan mengklarifikasi laporan yang diterima kepolisian.

 

(Iks/ pojokjabar)


loading...

Feeds