Diskusi CEO Radar Bogor Grup Hazairin Sitepu dengan Calon Rektor IPB Dr Agus Purwito, Kebijakan Pertanian IPB Mesti Berperan

CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu berdiskusi dengan Doktor Agus Purwito.

CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu berdiskusi dengan Doktor Agus Purwito.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Diskusi Hazairin Sitepu dengan Doktor Agus Purwito lebih banyak mengenai bagaimana supaya alumni IPB itu mencintai pertanian. Juga untuk menjawab  guyonan bahwa alumni IPB itu nanam kangkung saja tidak  bisa. Berikut rangkumannya dalam bentuk tanya-jawab.

HS:    Bagaimana pandangan Anda tentang  pertanian kita sebagai sumber ekonomu dari perspektif politik atau regulasi pemerintah?

AP :  Pemerintah memang masih menempatkan pertanian sebagai kekuatan terbesar. Saat ini di Indonesia,  dari sisi penduduk,  yang terlibat dalam pertanian itu masih  sangat besar.   Lalu dari sisi politik pangan  pemerintah melihat bahwa harus swsembada beras, Pajale, .

Pertanian menjadi perhatian penting  pemerintah karena pangan memang harus tersedia. Karena itu, kedaulatan pangan akan terus-menerus dibuat.

Dan IPB sangat berperan di siitu,  mendudukan pertanian harus seperti apa Pada  satu sisi kelestarian lingkungan harus dijaga, pada sisi lain produksi tinggi haris terus dilembangkan.

HS :  Pangan Indonesia kan tidak hanya Pajale?

AP : Itulah. Dari tahun ke tahun berubah-ubah kementerian itu. Pertaniain kan bukan hanya Pajalae. Tampaknya perhatian pemerintah saat ini betul-betul fokus hanya di padi,  jagung, dan kedelai.

HS: Kalau hanya Pajale yang dimasukan sebagai program utama kedaulatan pangan, apakah kita berdaulat? Kedelai kita import?

AP :    Saya rasa betul. Kedelai ini memang sebagian besar kita import. Tetapi target pemerintah seperti itu.  Bahwa jagung sekarang sudah tidak boleh import. Makannya kita,  dalam rangka mendukung pemerintah itu,  harus mencari jalan bagaimana produksi kedelai di Indonesia  bisa meningkat.

HS:  Apakah IPB terlibat dalam merumusakan  kebijakan atau visi pemerintah tentang program Pajale itu?

AP :    Tidak. Karena itu menjadi kebijakan pemerintah. Tetapi mestinya kita juga harus melibatkan diri.

HS:  Setahu saya yang ahli dalam pertanian dan pangan itu adalah IPB.  Kok tidak diajak?

AP :    Nah itu yang terjadi. Mestinya dalam rangka upaya khusus tanaman padi itu mereka sudah punya program, kemudian apa yang bisa kita bantu. Tetap kita juga melibatkan mahasiswa sampai ratusan.

Ada 500 orang mahasiswa kita terjunkan untuk mengawal Pajale, walaupun teknologinya bukan dari kami. Hanya mengawal saja, agar kita tahu paling tidak data di lapangan seperti apa.

Walaupun  dalam  proses perjalanan kita berusaha untuk menyisipkan teknologi,  varietas-varietas baru. Tetapi ini kebijakan terus berjalan, yang tidak bisa kita koreksi.


loading...

Feeds