Hotel-Restoran Tak Mau Tampung PKL Puncak ?

TEGAS: Satpol PP Kabupaten Bogor saat membongkar lapak PKL di kawasan Puncak, pekan lalu. Sofyan/Radar Bogor

TEGAS: Satpol PP Kabupaten Bogor saat membongkar lapak PKL di kawasan Puncak, pekan lalu. Sofyan/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Nasib para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak yang sudah dibongkar pada tahap pertama, terancam tak mendapatkan tempat pengganti. “Hotel dan restoran tak jadi menampung PKL, karena dianggap kurang menjanjikan dari segi ekonomi bagi pedagang.

Akibatnya, cukup banyak PKL yang tak mendapatkan kios atau tempat relokasi,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi kepada Radar Bogor usai rapat di Kantor Kabupaten Bogor, selasa (12/9/17).

Dari hasil desain site plan relokasi Taman Wisata Matahari (TWM), kata dia, hanya bisa menampung 163 PKL dari dua tempat. Sementara, di The Ranch hanya bisa menampung 20 PKL.

“Untuk bisa menampung ratusan PKL Puncak, maka kami pun masih mengupayakan di relokasi ke lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan luas 4.000 meter. Pemerintah Daerah segera mengirimkan surat untuk permohonan pinjam lahan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo menerangkan, pembangunan 163 kios di tempat relokasi PKL di TWM akan dibiayai PHRI dengan rencana anggaran Rp500 juta.

“Kami akan urunan untuk membiayai ini dengan perjanjian relokasi PKL ini harus selama lima tahun agar kami mempunyai untung. Nantinya, para PKL Puncak ini membayar sewa sebanyak Rp750 ribu perbulan,” terangnya.


loading...

Feeds