Keluarga Serang Dinkes, Bersikeras Ghina Siswi SD Tewas karena Vaksin Rubella, Ragukan Soal…

Ghina Nazifha Yasmin meninggal usai divaksin rubella

Ghina Nazifha Yasmin meninggal usai divaksin rubella

POJOKJABAR.com, BOGOR – Meski Dinkes Kabupaten Bogor sudah mengungkap kematian Ghina Nazifha Yasmin bukan karena imunisasi rubella, namun keluarga masih meragukan.

Keluarga dari siswi SD Sentul 1 yang tewas usai divaksin rubella itu masih berkeyakinan Ghina meninggal bukan karena infeksi otak seperti yang disebut Dinkes.

“Apa akibat dari paru-paru efeknya seperti itu? Kami menunggu tanggapan Dinkes dan konfirmasi langsung kepada kami,” ujar Tante korban, Fitria Damayanti, kepada Pojokjabar, Kamis (24/8/2017).

Sebelumnya Dinkes mengeluarkan pernyataan soal penyebab meninggalnya Ghina.

BACA JUGA: Usai Imunisasi Rubella di Sekolah, Siswi SD Ini Lumpuh, Ditolak 4 Rumah Sakit, Lalu Meninggal

“Sehubungan dengan adanya pemberitaan meninggalnya sodara Gina (Citeureup) pasca vaksin MR, maka dari hasil audit yang dilakukan tim Pokja KIPI kabupaten Bogor, Komda KIPI Jabar, dan Komnas KIPI (Selasa, 22 Agustus 2017) disimpulkan sementara bahwa tidak ada kaitan antara vaksinasi MR dgn kematiannya. Hasil pemerikasaan dokter RSSM, laboratorium, rontgen, MRI, cek cairan otak menunjukkan adanya infeksi otak (encefalomyelitis),” ujarnya.

Keluarga akhirnya bereaksi atas pernyataan Dinkes karena menurutnya penyakit paru-paru yang menyebabkan adanya cairan (infeksi) di otak sudah dinyatakan sembuh sejak 5 tahun lalu.

“Kenapa terjadi tiba-tiba, akibat dari apa, bisa langsung menyerang paru-paru? Sedangkan riwayat paru-parunya (fleknya) dinyatakan tuntas oleh dokter, kenapa dirasakan penyakitnya tiba-tiba parah pas sehabis vaksin?” ujar tantenya Ghina.

(adi/pojokjabar)


loading...

Feeds