Tak Jamin Gaji 148 Pegawai Transpakuan Bogor Cair

Para pegawai trapakuan

Para pegawai trapakuan

POJOKJABAR.com, BOGOR – Harapan para pegawai Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) untuk menerima gaji yang belum dibayarkan selama tujuh bulan, bagai mimpi di siang bolong. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak menjamin akan ada anggaran untuk membayarnya.

Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, harapan yang masih memungkinkan yaitu, para pegawai akan diprioritaskan ketika perusahaan yang mengoperasikan Bus Transpakuan itu kembali sehat.

“Karena membayar mundur itu tidak boleh, pertanggung jawaban anggaran kita per tahun. Minimal mereka kalau sudah berjalan lagi menjadi prioritas, mereka dipekerjakan kembali,” jelasnya kepada awak media di Balaikota Bogor, jumát (11/8/17).

Namun, rupanya harapan menjadi prioritas itu pun memudar ketika para pegawai menerima surat pengunduran diri (paklaring) dari Plt Direktur PDJT Rakhmawati 24 Juli lalu. Jika memang pemberian paklaring itu hanya untuk pencairan dana hari tua dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Usmar menyarankan agar Rakhmawati memberikan komitmen tertulis.

Komitmen tertulis tersebut diyakini Usmar bisa menjadi jaminan pegawai PDJT yang menerima paklaring. Jadi, meski telah mencairkan dana hari tua BPJS, para pegawai tetap bisa diprioritaskan ketika kondisi PDJT sehat kembali.

“Maka pimpinan tertinggi di jabatan itu harus betul-betul paham dan berkomitmen. Itulah kembali ke komitmen niat baik secara tertulis. Maka sekarang Plt direktur asal jujur mereka akan menjadi prioritas lagi apabila PDJT menjadi sehat kembali,” paparnya.



loading...

Feeds