Sopir Angkot di Kabupaten Bogor Ogah Perpanjang KIR, Akibtanya…

OGAH BAYAR: Banyaknya angkutan umum pelat hitam di Kecamatan Leuwiliang , ikut memengaruhi minat para sopir angkutan kota (angkot) resmi untuk tidak membayar pajak dan memperpanjang KIR.

OGAH BAYAR: Banyaknya angkutan umum pelat hitam di Kecamatan Leuwiliang , ikut memengaruhi minat para sopir angkutan kota (angkot) resmi untuk tidak membayar pajak dan memperpanjang KIR.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Keberadaan angkutan plat hitam berdampak terhadap angkutan plat kuning. Kini, para pemilik angkutan plat kuning yang habis kir-nya enggan memperpanjang dan beralih menjadi angkot “Plat Hitam” alias “Angkot Preman”.

Edi (39) misalnya. Sopir jurusan Leuwiliang-Jasinga ini enggan memperpanjang KIR mobilnya yang sudah habis empat bulan lalu. Menurutnya, angkutan plat kuning maupun plat hitam tak ada bedanya di mata petugas.

“Sayang duitnya kalau perpanajang KIR, sekarang angkutan plat hitam juga tidak dipermasalahkan. Yang penting masuk terminal bayar retribusi sudah selesai. Gak usah ribet-ribet perpanjang KIR,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Jumát (11/08/2017).

Tidak hanya Kir, angkutan plat hitam banyak yang nunggak pajak kendaraan. Seperti angkutan yang dibawa Dadang (27). Warga Purasawi, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang ini mengaku pajak angkot yang ditariknya sudah habis empat tahun.



loading...

Feeds