Pembatasan Rokok Elektrik di Kota Bogor Berlaku Bulan September

BELUM BEBAS ROKOK: Meski sudah memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Balaikota Bogor di Jalan Juanda, masih belum bebas dari asap rokok. Foto: Nelvi/Radar Bogor

BELUM BEBAS ROKOK: Meski sudah memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Balaikota Bogor di Jalan Juanda, masih belum bebas dari asap rokok. Foto: Nelvi/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Revisi Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tak lama lagi rampung. Rencananya perda yang akan memasukan shisa dan rokok elektrik sebagai obyek yang dilarang di area KTR akan disahkan bulan September. Artinya pengguna rokok elektrik kini tidak bebas untuk merokok di ruang publik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, mengatakan selain shisha dan rokok elektrik, pihaknya juga akan meniadakan asbak atau sejenisnya pada tempat yang termasuk area KTR. “Rokok herbal juga masuk.

Walaupun katanya tidak mengandung nikotin, tapi ternyata setelah dicek mengandung nikotin. Pokoknya yang mengandung nikotin atau mengandung zat adiktif akan masuk di ranah KTR,”  ujarnya kepada Radar Bogor.

Perkembangannya draft revisi Perda KTR saat ini, sudah di bagian hukum tinggal ke DPRD Kota Bogor untuk pembahasan di triwulan tiga. Ke depan Dinkes kata dia, akan lebih gencar melakukan sosialisasi, meski sedianya itu sudah berjalan. “Nanti taman-taman kota semuanya masuk ranah KTR. Bagi warga yang kedapatan merokok akan ditegur  park ranger,”  imbuhnya.

Sementara, Kepala Bagian Hukum dan HAM pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Novy Hasbhy Munnawar mengungkapkan, raperda perubahan KTR sudah disampaikan ke dewan, tinggal di paripurnakan.



loading...

Feeds