Membahayakan, Warga Gunungputri Bogor Tutup Akses Bekas Galian

MEMBAHAYAKAN: Warga Perumahan Grand Cikeas, Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, menutup bekas galian yang ada dalam perumahan, lantaran cukup membahayakan masyarakat setempat. Foto: Azis/Radar Bogor

MEMBAHAYAKAN: Warga Perumahan Grand Cikeas, Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, menutup bekas galian yang ada dalam perumahan, lantaran cukup membahayakan masyarakat setempat. Foto: Azis/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Dianggap membahayakan, warga menutup akses masuk l Perumahan Grand Cikeas, Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Senin (17/07/2017).

Sikap tegas warga ini bukan tanpa alasan, karena ada galian cukup mambahayakan dalam perumahan dan sudah makan korban.

“Kami tutup sampai pihak pengembang menuruti tuntutan warga,” ujar warga sekitar, Sukardi kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Senin (17/07/2017). Tuntutan warga, kata dia, antara lain minta pengembang memagar bekas galian karena sangat membahayakan.

Sebab, pada 21 Mei 2017 lalu, Muhammad Rasya Islami Pasha (8), warga Desa Cicadas, tewas tenggelam di lahan bekas galian tak jauh dari rumahnya di Perumahan Grand Cikeas.

Tidak adanya respon dari pihak pengembang ini membuat Pemerintah Kecamatan Gunungputri, mengambil tindakan tegas. Kecamatan akan mengupayakan pencabutan izin serta penyegelan lokasi perumahan.

Camat Gunungputri, Juanda mengatakan, upaya penyegelan bukan hanya karena peristiwa meninggalnya warga akibat kelalaian pengembang yang tidak memagar bekas galian, tapi juga persoalan perizinan.



loading...

Feeds