Hama Tikus Menyerang, Hasil Panen Petani di Bogor Berkurang

PERTANIAN: Petani di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, tak mampu memaksimalkan hasil panennya akibat diserang hama tikus. Foto: Azis/Radar Bogor

PERTANIAN: Petani di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, tak mampu memaksimalkan hasil panennya akibat diserang hama tikus. Foto: Azis/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Tak tertanganinya hama tikus, membuat hasil panen padi tidak maksimal. Seperti dialami lahan pertanian milik Mamat, yang tengah digarap Entin (42) dan Ipong (39).

Sawah seluas satu hektare di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol ini sempat diserang hama tikus sebelum panen datang. Ipong menerangkan, panen kali ini mengalami penurunan akibat hama tikus.

Dari lahan satu hektare hanya menghasilkan 49 kwintal gabah kering. “Kalau tidak ada serangan tikus bisa 64 kwintal hasilnya. Tapi, karena ada hama jadi berkurang,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Dia mengaku, meski sempat dibasmi mulai dari pengasapan hingga perburuan, tikus tak berhenti menyerang padi mereka. “Hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah. Racun tikus kami beli sendiri, tapi tetap saja tikus banyak,” ucapnya.

Dia mengatakan, untuk membasmi hama ini masih mengandalkan alat-alat tradisional. “Sebab, sampai sekarang belum ada bantuan peralatan pembasmi hama tikus dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Sementara itu Kepala UPT Pertanian Jonggol, Priyono mengaatakan, akan cek lokasi. Menurutnya, pengawalan petani sudah maksimal dilakukan. “Hama tikus pasti ada, tapi selama ini kondusif,” ucapnya.

Menurutnya, para kelompok tani tengah fokus meningkatkan produktifitas panen. Makanya, 211 kelompok tani (poktan) di tiga kecamatan, yakni Jonggol, Sukamakmur, dan Cileungsi, terus berupaya. “Jika tingkat serangan tikus mengkhawatirkan, pastinya sudah dapat kami selesaikan,” tandasnya.

(radar bogor/azi/c)



loading...

Feeds