BPOM Kecolongan, ”Mi Babi” Laris di Bogor

LABEL HALAL: Produk mi asal Korea Selatan lainnya diberi keterangan sertifikasi halal di Hypermart Lippo Plaza Ekalokasari Bogor. Hal itu dilakukan untuk memisahkan mi yang halal dan tidak. Foto: Nelvi/Radar Bogor

LABEL HALAL: Produk mi asal Korea Selatan lainnya diberi keterangan sertifikasi halal di Hypermart Lippo Plaza Ekalokasari Bogor. Hal itu dilakukan untuk memisahkan mi yang halal dan tidak. Foto: Nelvi/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, BOGOR – Lagi-lagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kecolongan. Makanan tak sesuai ketentuan beredar di pasaran. Bahkan parahnya, makanan jenis mi instan itu sudah memperoleh nomor izin edar. Minggu (18/06/2017) BPOM pusat mengeluarkan surat peringatan  soal penarikan empat produk mi instan asal Korea Selatan.

Mi instan yang diimpor PT Koin Bumi itu dinyatakan mengandung babi.
Adapun keempat produk tersebut, yakni Shin Ramyun Black (BPOM RI ML 231509052014), Mi Instan U-Dong (BPOM RI ML 231509497014), Mi Instan Rasa Kimchi (BPOM RI ML 231509448014), dan Mi Instan Yeul Ramen (BPOM RI ML 231509284014).

Pascapengumuman itu, mi Shamyang langsung menghilang dari pasaran Kota Bogor. Padahal, mi asal Korea Selatan tersebut sedang laris-larisnya dijual. Konsumennya mayoritas dari kalangan remaja.

“Sudah kami tarik sejak empat hari lalu. Itu arahan dari Hypermart pusat, karena legalitas dari produk tersebut belum terjamin,” ujar Supervisor Hypermart Lippo Plaza Ekalokasari Bogor, Tugono Teguh.

Menurut Teguh, pihaknya baru menjual produk tersebut dalam hitungan bulan. Namun penjualannya langsung tinggi, karena produk tersebut menjadi primadona di media sosial. Banyak juga konsumen yang membeli hanya karena rasa penasaran. “Terlebih bagi para remaja penikmat rasa pedas. Mereka banyak yang suka,” jelasnya.


loading...

Feeds