Aksi Bersih Ciliwung Jadi Kebanggan Kota Bogor Menuju Adipura

logo mulung sampah

logo mulung sampah

POJOKJABAR.com, BOGOR – Ruang rapat kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor terlihat begitu sesak, Kamis(18/5). Maklum saja, perwakilan 13 kelurahan dan panitia Lomba Mulung Sampah Ciliwung (LMSC) ke-9 berkumpul untuk berkoordinasi sebelum pelaksanaan lomba Sabtu (20/5) esok.

Kepala DLH Elia Buntang, turut hadir untuk memastikan tahapan persiapan dipahami keluarahan dan relawan juri yang dikoordinasikan panitia dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor dan DLH. Pertemuan ini merupakan yang terahir untuk membahas teknis pelaksanaan.

Masing-masing kelurahan juga turut menyampaikan progress persiapan lomba. Kelurahan Cibuluh bahkan melaporkan soal dukungan 70 anggota Brimob untuk terjun membersihkan Sungai Ciliwung.

“Ini adalah forum kita membahas teknis lomba (LMSC), sehingga ketika hari H semua tinggal berjalan”, terang Elia.

Dia  juga berpesan bagaimana kegiatan LMSC memiliki goal baru, tak semata lomba sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Elia menargetkan agenda ini bisa masuk salah satu upaya meraih penghargaan Adipura.

Untuk memperoleh predikat Adipura, Bogor perlu bebenah dalam pengeloaan sampah yang berasal dari pasar, dan pengelolaan tempat pembuangan sampah akhir.

“Keaktifan kegiatan komunitas seperti KPC juga dipandang positif untuk menaikan skor penilaian Adipura,” imbuhnya. Dari hasil pertemuan dilaporkan kelurahan telah melakukan sosialisasi ke warga untuk berpartisipasi.

Setiap RW dan RT yang berada di bantaran Ciliwung wajib terlibat dan berpartisipasi dalam acara ini agar aksi bersih Ciliwung menjadi kebanggan Kota Bogor untuk menuju Adipura.

“Tadi semua perwakilan kelurahan hadir. Kelurahan Keduk Badak dan Kelurahan Tajur  langsug di hadiri oleh lurahnya,” jelas Hardiyanti, Ketua panitia LMSC 9.

Terkait pelaksanaan lomba besok  Hardiyanti mengaku telah menyiapkan 263 relawan sebagai juri dan panitia teknis dari berbagai organisasi kemahasiswaan, sekolah, komunitas dan juga keterlibatan individu.

“Sebenarnya banyak yang mendaftar individu dan tidak membawa nama organisasi, bahkan ada dari luar kota seperti dari Palembang dan Surabaya,” tambah Aldio Dwi Putra, koordinator relawan lomba tahun ini.

(radar bogor/cr3/*)


loading...

Feeds