Bejad, Penjaga Sekolah di Bogor Tega Cabuli Murid TK

ilustrasi

ilustrasi

Pengakuan putrinya lantas diabadikan oleh MF menggunakan kamera ponsel. MF juga langsung memeriksakan anak sulungnya itu ke dokter dokter spesialis kandungan. Dia pun sudah  melaporkan kejadian tersebut ke wali kelasnya.

Saat ini, aku MF, kian hari kondisi anaknya semakin trauma. Sejak kejadian pengakuan itu, berulang kali QZA menolak pergi ke sekolah.“Kami keluarga maunya pelaku segera ditangkap. Sekarang anak saya trauma enggak mau ke sekolah lagi. Polisi belum ngusut juga. Saya rela lakukan upaya hukum,” pintanya.

Sementara, Kuasa Hukum MF, Rocky F Subun mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Bogor Kota, dengan nomor laporan:LP/476/V/2017/JBR/Resta Bogor Kota. Dalam laporan-nya sudah dilampirkan sejumlah bukti-bukti.  “Keluarga berharap agar pelaku ditangkap dan dihukum karena berbahaya jika dibiarkan,” imbuhnya.

Sejauh ini, sambungnya keluarga korban sudah mengadukan peristiwa tersebut ke sekolah termasuk Dinas Pendidikan.  Namun hingga hari ini tak ada upaya penyelesaian bagi keluarga.

Padahal, kata dia, pelaku sudah melanggar  Pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 2002 tentang perlindungan anak. “Jika dalam sepekan belum juga dilanjuti, kami akan melaporkan kasus ini hingga ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” tukasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko, mengatakan  kasus tersebut sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota.

“Sedang diselidiki, keterangan korban didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” terangnya. Ia menambahkan, selain keterangan saksi, petugas juga tengah menghimpun bukti di lapangan.

(radar bogor/don/c)



loading...

Feeds