Tindak Tegas Truk Tambang di Kabupaten Bogor

RUSAK LINGKUNGAN: Aktivitas galian batu kapur di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, banyak dikeluhkan masyarakat setempat. Apalagi, banyak truk tambang yang diparkir di pinggir jalan. FOTO: Azis/ Radar Bogor.

RUSAK LINGKUNGAN: Aktivitas galian batu kapur di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, banyak dikeluhkan masyarakat setempat. Apalagi, banyak truk tambang yang diparkir di pinggir jalan. FOTO: Azis/ Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Aktivitas galian batu kapur di Desa Klapanunggal tidak hanya merugikan warga setempat, para pengendara yang biasa melintasi Jalan Raya Nerogong juga merasa terganggu.

Pasalnya, truk pengangkut hasil galian banyak diparkir memakan badan Jalan Raya Narogong, Desa Kembangkuning, Klapanunggal. Meski sering dikeluhkan, hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak berwajib.

“Setiap hari banyak truk tambang diparkir pinggir jalan dan sudah seperti terminal bayangan. Selain bikin macet, truk ini juga bisa menyebabkan kecelakaan,” ujar Somadi (33), pengendara asal Citeureup.

Menurutnya, deretan truk pengangkut batu itu nampak bebas parkir. Sebab, lokasinya tidak jauh dari kantor Polsek Klapanunggal. “Itulah yang saya sayangkan. Meski dekan kantor Polsek, tapi tidak ada tindakan,” ucapnya.

Dia berharap polisi bersikap tegas dengan menindak truk tambang yang mengganggu lalu lintas itu. Selain itu, lalu lalang truk tambang dengan beban puluhan ton membuat jalan cepat rusak.

Dikonfirmasi terpisah Sekcam Klapanunggal, Dedi Humaedi juga mendesak pihak kepolisian menindak tegas sopir truk tambang yang parkir kendaraannya di pinggir Jalan Raya Narogong.

Sebab, truk raksas itu mengganggu dan membahayakan pengendara, terutama pengendara motor. “Kalau tidak mengganggu silahkan, tapi ini mengganggu pengendara dan harus ditindak,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kamis (20/04/2017).

Sekcam menerangkan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membenahi parkiran truk itu. Menurutnya, jika ada pelanggaran, polisi bisa menindak tegas. “Nanti kami rapatkan di tataran muspika dan semoga ada solusinya,” tukasnya.

Untuk diketahui, tidak hanya lalulalang truk, aktivitas galian batu kapur juga banyak dikeluhkan masyarakat karena merusak lingkungan. Meskipun, umumnya para penambang warga sekitar, namun masyarakat tetap mendesak agar galian itu ditindak.

(radar bogor/azi/c)



loading...

Feeds