Butuh Rp170 M untuk Bebaskan Lahan Regional Ring Road di Bogor

TAK TUNTAS: Pembangunan Jalan R3 terpaksa tidak bisa dilanjutkan, lantaran terkendala lahan yang belum dibebaskan. FOTO: Nelvi/ Radar Bogor.

TAK TUNTAS: Pembangunan Jalan R3 terpaksa tidak bisa dilanjutkan, lantaran terkendala lahan yang belum dibebaskan. FOTO: Nelvi/ Radar Bogor.

Karena tahun ini tidak ada pembangunan dan pembebasan lahan di kawasan R3 dan R2, maka pihaknya mempersiapkan kajian untuk pengajuan anggaran di tahun 2018. “Rencana tahun 2018 diusulkan Rp170 miliar untuk R3. Kemudian Rp50 miliar untuk pembebasan R2 tahap satu, dan Bogor Inner Ring Road (BIRR) yang mungkin masih berusaha untuk satu ruas jalan diselesaikan dulu,” ucapnya.

Dia menerangkan, jika anggaran R2 maupun BIRR tidak disetujui, maka pihaknya akan fokus dalam  pembebasan lahan R3. Karena, masalah pembebasan lahan itu wajib diselesaikan oleh Pemkot Bogor. “Untuk pembebasan lahan sudah menjadi sebuah program dari Kota Bogor maka harus diselesaikan dengan APBD. Jika anggaran disetujui DPRD Kota Bogor. Saya berharap tahun 2019 sudah siap jalan R3,” akunya.

Ia mengatakan, masyarakat yang terkena pembebasan lahan proyek R3 lanjutan seksi IV sebenarnya sudah siap untuk dilakukan pembangunan jalan. Sebab, rencana pembebasan lahan sudah lama disosialisasikan kepada masyarakat. “Rencana tersebut kan sudah lama jadi sudah kita sosialisasikan. Tapi tidak ada uangnya. Kalau anggarannya tidak ada, tidak kita bebaskan,” katanya.

Begitupun dengan pembabasan lahan untuk proyek pembangunan jalan R2. Menurut Chusnul sebagian besar sudah dilakuakan pembebasan lahan untuk proyek jalan yang dimulai dari jalan KS Tubun hingga perbatasan Kota-Kabupaten Bogor, yakni jembatan Cikeas. “Panjangnya sekitar 2,5 kilometer. Sebagian sudah ada yang dibebaskan, baik di sisi utara maupun sisi selatan sudah banyak yang dibebaskan,” tandasnya.

(radar bogor/cr3/c)



loading...

Feeds