Butuh Rp170 M untuk Bebaskan Lahan Regional Ring Road di Bogor

TAK TUNTAS: Pembangunan Jalan R3 terpaksa tidak bisa dilanjutkan, lantaran terkendala lahan yang belum dibebaskan. FOTO: Nelvi/ Radar Bogor.

TAK TUNTAS: Pembangunan Jalan R3 terpaksa tidak bisa dilanjutkan, lantaran terkendala lahan yang belum dibebaskan. FOTO: Nelvi/ Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Satu lagi program pemecah macet Kota Hujan yang masih sulit direalisasikan tahun ini. Yakni pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) seksi IV (parungbanteng-Wangun-Tajur). Pembangunan jalan sepanjang 10,3 kilometer itu masih terkendala pembebebasan lahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengungkapkan pihaknya mengusulkan dana Rp170 miliar untuk pembebasan lahan R3 dan  Rp80 miliar untuk pembebasan lahan jalan R2 di tahun 2018.

Anggaran tersebut bersumber dari dana APBD Kota Bogor tahun 2018. “Sebab dana yang dikeluarkan dari Provinsi Jawa Barat ataupun pemerintah pusat hanya untuk pembangunan fisik jalan,”  jelasnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Rabu (19/04/2017).

Sejatinya, dia menginginkan  pembebasan lahan sudah harus tuntas di tahun 2017. Sehingga pada tahun 2018 tinggal melakukan pembangunan fisik. Tapi itu tidak bisa terealisasi karena dicoret dari APBD. Padahal, kondisi jalan di tengah kota sudah sangat krodit. “Sayangnya anggaran 2017 ini tidak ada pembebasan tanah di jalan R3,” lirihnya.

Rencana pembangunan jalan  R3 dan R2  kata dia,  sudah ada sejak lama. Hanya saja, Pemkot Bogor tak bisa melanjutkan, karena tidak tersedianya anggaran untuk pembebasan lahan. “Tahapan dimulainya 2010 sampai 2015. Tahun 2016 gagal dilakukan pembebasan lahan tahun 2017 tidak ada pembebasan tapi ada anggaran pembangunan fisiknya,” tuturnya.


loading...

Feeds