Gemasnya Kartini-Kartono Cilik di Bogor Ini…

LUCU: Para Kartini cilik lengkap dengan pakaian adatnya, mengikuti Fashion Show Kartini-Kartono Cilik di PGB Merdeka, Rabu (19/04/2017). FOTO: Nelvi/ Radar Bogor.

LUCU: Para Kartini cilik lengkap dengan pakaian adatnya, mengikuti Fashion Show Kartini-Kartono Cilik di PGB Merdeka, Rabu (19/04/2017). FOTO: Nelvi/ Radar Bogor.

POJOKJABAR.COM, BOGOR – Lengkap berpakaian adat, satu per satu Kartini juga Kartono cilik berlenggak-lenggok diatas panggung.  Kepercayaan diri mereka kian tumbuh setelah disemangati orang tua masing-masing. Sejurus kemudian kehebohan pun terjadi. Kiranya itulah yang terjadi di event Fashion Show Kartini-Kartono Cilik di PGB Merdeka, Rabu (19/04/2017).

Kepada Radar Bogor  (Pojoksatu.id Group), Lease Manager PGB Merdeka, Irvan Dalirvan mengatakan, Fashion Show Kartini-Kartono cilik memang sudah menjadi agenda rutin PGB Merdeka. Bahkan untuk tahun ini jumlah pesertanya membludak.

“Tahun lalu kami hanya menggelar selama dua hari, untuk tahun ini khusus dari Rabu hingga Minggu, karena anoimonya yang memang tinggi, dan banyak yang antusias memperingati Kartini bersama PGB,” kata Irvan.

Dia menambahkan, sebelum unjuk gigi di hadapan juri diatas panggung, 110 peserta terlebih dahulu diajak pawai, sedari Jalan Perintis Kemerdekaan, menuju Jalan Merdeka dan memasuki area PGB hingga ke lantai dua. Tingkah mereka semakin lucu dan menggemaskan sebab saat pawai mereka sembari menyanyikan lagu nasional juga mengibarkan bendera berukuran kecil. Sontak jadi perhatian pengunjung.

“Kenapa fashion show karena kalau kita lihat dari beberapa habit perayaan Kartini di sekolah adalah dengan menggunakan pakaian daerah, jadi identik dengan pakaian setiap perayaan Kartini makanya kita selenggarakan fashion show,” katanya.

Lebih dari itu, kata Irvan, misi yang diusung adalah mengajak anak untuk lebih berani tampil di muka umum, berekspresi diatas panggung yang juga sedianya merupakan bagian dari pendidikan non formal. “Tadinya saya ingin Jumat, Sabtu dan Minggu tapi kalau satu hari kita paksakan 4-5 sekolah mungkin waktunya enggak cukup, karena data yang masuk sudah ada 12 sekolah, mengantisipasi membludaknya masyarakat jadi dibagi penyelenggarannya jadi lima hari biar sama-sama nyaman,” beber Irvan.

Ia mengatakan, juri atau penilai sendiri adalah dari sekolah yang turut serta. Teknisnya jika sekolah A tengah tampil maka jurinya adalah dari sekolah B. “Rewardnya satu hingga tiga saja. Ada trophy, goody bag alat tulis, voucher bermain juga sertifikat,” tandasnya.

(radar bogor/wil/c)


loading...

Feeds