Eksekusi Vila di Puncak Bogor Kenapa Dua Kali Gagal ?

ILUSTRASI: Bangunan vila yang diduga tak berizin berdiri di kawasan Puncak.

ILUSTRASI: Bangunan vila yang diduga tak berizin berdiri di kawasan Puncak.

POJOKJABAR.COM, BOGOR – Rencana pembong­karan 24 vila liar yang berada di lahan mi­lik Perhutani di Kampung Awan, Kecama­tan Megamendung lagi-lagi molor. Hal ini membuat banyak kalangan memperta­nyakan keseriusan pembongkaran bangu­nan mewah tersebut. Kali ini, rencana pem­bongkaran dialihkan pada Kamis (27/04/2017) mendatang.

Padahal sebelumnya pem­bongkaran direncanakan pada Senin (11/04/2017), berubah lagi menjadi Senin (17/04/2017) lalu. Seperti yang diungkapkan Ketua Rumpun Hijau Sunyoto. Dirinya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam membasmi keberadaan vila liar. “Sudah diundur dua kali, ini serius apa tidak?” ketusnya.

Terakhir, pada 17 April lalu, eksekusi ba­tal dengan dalih masih menunggu instruk­si Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LKH). Pembongkaran yang rencananya dilakukan Kemen LHK tersebut, nantinya akan dibantu Satpol PP Kabupaten Bogor.

Kabid Dalops Pol PP Kabupaten Bogor Asnan mengatakan, pembongkaran pada 27 April tersebut rencananya akan dilaku­kan pagi hari dan itu adalah pembongka­ran susulan yang sempat tertunda.

”Kami hanya membantu dan itu instruksi langsung dari Kemen LHK,” ungkapnya. Hal yang sama juga diungkapkan Kasi Trantib Keca­matan Megamendung Iwan Relawan, ren­cana pembongkaran memang diundur kembali. ”Kami hanya menunggu instruk­si dan hanya diperbantukan,” katanya.

Kepala Desa Megamendung Bahrudin menjelaskan, dirinya mengaku sudah menda­patkan informasi tentang penundaan pem­bongkaran itu. ”Tapi sampai kini belum ada informasi kapan akan dilakukan pembong­karan, kabarnya sih minggu-minggu ini,” imbuhnya.

(radar bogor/all/c)



loading...

Feeds

MATERIAL BERKELAS: Confero S siap bersaing dengan Avanza CS di segmen low multi purpose vehicle.

Wuling Confero S Begitu Menggoda

Kepala Cabang Wuling Motors, Agustinus Rio mengatakan, tentunya setiap merek punya pertimbangan masing-masing untuk menentukan harga jual.