Hutan Beton di Kabupaten Bogor Caplok Lahan Pertanian

HUTAN BETON: Vila berdiri megah di antara area persawahan dan pepohonan di kawasan Puncak. FOTO : Arifal / Radar Bogor.

HUTAN BETON: Vila berdiri megah di antara area persawahan dan pepohonan di kawasan Puncak. FOTO : Arifal / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Menjadi seorang petani di Kecamatan Cisaru merupakan sebuah ironi. Pasalnya, ladang dan persawahan di sana mulai mati. tertutup beton vila tak berpenghuni.

Begitulah kondisi yang dialami ratusan petani di Desa Kopo. Perlahan kerugian diderita mereka. Saat ini hanya tinggal tersisa 75 petani. Sementara, untuk buruh tani  hanya berjumlah  251 orang.

“Dulu banyak tanah yang bisa digarap. Tapi sekarang ladang dan persawahan sudah menipis. Habis dibuat vila-vila,”ujar salah satu petani, Maryam (51) saat ditemui Radar Bogor, Senin (31/10/2016).

Ia prihatin karena  kawasan Puncak yang dulu asri, berudara sejuk dan memiliki hamparan ladang serta sawah, berubah 180 derajat. Bangunan liar berdiri di mana-mana.

“Kalau dibilang sedih ya sedih,” ucap nenek enam cucu itu.

Ia pun berharap, agar sisa lahan pertanian yang ada di Puncak tak kembali hilang ditembok semen dan dijadikan vila.

“Semoga pemerintah bisa menjaga sisa lahan pertanian yang ada,” tukas Maryam.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Cisarua, Ridwan Wahyudin membenarkan menipisnya lahan pertanian.

“Ditambah jumlah petani dan buruh tani juga ikut menyusut. Kini semua beralih ke profesi lain. Seperti penjaga vila dan berdagang,”tukasnya.

(radar bogor/all)


loading...

Feeds

Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …