Miris… Jutaan Warga Miskin Terus Gerayangi Kabupaten Bogor

APA ADANYA: Amin menunggu pengendara yang ingin membeli minuman, makanan, dan rokok yang dijualnya di pinggir Jalan Raya Cisarua-Puncak, Minggu (30/10/2016). FOTO : Arifal / Radar Bogor.

APA ADANYA: Amin menunggu pengendara yang ingin membeli minuman, makanan, dan rokok yang dijualnya di pinggir Jalan Raya Cisarua-Puncak, Minggu (30/10/2016). FOTO : Arifal / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Kemiskinan masih mengerayangi Kabupaten Bogor. Seperti terjadi di wilayah selatan Bumi Tegar Beriman.  Jutaan warga terbelenggu dalam problematika sosial ini.

Amin (65) misalnya. Di usianya yang renta, masih bisa tersenyum meski masih mengais rezeki sebagai penjual emperan di Jalan Raya Cisaria-Puncak, kemarin  Kakek asal Desa Citeko ini tak pernah menyesali kehidupannya sebagai orang miskin.

Dari zaman bapak kecil sampai sekarang begini saja. Yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya.

“Jelema pinggiran jika bapak kieumah tong ngarep pamarentah. Eweh robahna ti baheula nepi ayena ge (orang pinggiran jika bapak seperti ini mah, jangan berharap ke pemerintah. Tidka ada perubahan dari dulu sampai sekarang,red),” tuturnya kepada Radar Bogor.

Amin seolah sudah fasih dengan kondisi itu. Ia sudah belasan kali merasakan pergantian bupati, namun nasib hidupnya tak kunjung berubah. Setiap hari ia mencari rupiah dari berjualan ala kadarnya di pinggir jalan.

“Atos teu kiat jalan-jalan. Bapak kieu we (Sudah gak kuat jalan-jalan. Bapak begini saja),”imbuhnya.

Hal serupa pun terjadi pada Asih (56), warga Desa  Tugu selatan.  Di usianya yang senja ia hidup sendiri. Rumah bilik peninggalan suaminya menjadi satu-satunya tempat berstirahat.

Anaknya sudah empat tahun pergi mengadu nasib ke kalimantan. Namun hingga kini belum ada kabar kapan pulang ke kampung halaman.


loading...

Feeds