Puluhan Mahasiswa Ultimatum Walikota Bogor

PROTES : Massa dari HMI berunjuk rasa di depan Balaikota, Jumat (28/10/2016). FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

PROTES : Massa dari HMI berunjuk rasa di depan Balaikota, Jumat (28/10/2016). FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Selain upacara, peringatan Hari Sumpah Pemuda juga diwarnai aksi unjuk rasa, kemarin. Massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengkritisi kinerja pemerintahan.

Sambil berorasi, pengunjukrasa dari KAMMI mengangkat tangan kanannya dan memegang kartu kuning berukuran jumbo tepat mengarah ke Balai Kota Bogor.

Rupanya, para demonstran tersebut mengultimatum Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) Bogor dengan melayangkan kartu kuning layaknya pada olaharga sepakbola.

Sedangkan, massa dari HMI melakukan aksi bakar ban di depan Balaikota Bogor. Ketua Umum KAMMI Daerah Bogor, Muhammad Kakat Mulyana mengatakan, sengaja melayangkan kartu kuning untuk Pemkot Bogor yang merupakan tanda peringatan.

Menurut dia, tugasnya sebagai mahasiswa sewajarnya melakukan pengawasan terhadap para penguasa di roda pemerintahan Pemkot Bogor.

“Kami layangkan kartu kuning ini peringatan dari kita sebagai mahasiswa untuk pengingat bagi para penguasa di Kota Bogor. Jika ada kartu kuning itu artinya ada kesalahan, dan kesalahan itu sangat terasa imbasnya kepada masyarakat,” ungkapnya kepada Radar Bogor disela orasi, Jumat (28/10/2016).

Selain itu, sambung dia, kesalahan pemerintah yang terasa oleh masyarakat salahsatunya dari enam skala prioritas, khususnya persoalan pembenahan transportasi.


loading...

Feeds