Parah! Galian Liar di Kabupaten Bogor Kikis Gunung Gede Pangrango

RUSAK ALAM: Dua alat berat mengeruk tanah di Desa Pasirbuncir yang merusak lahan seluas 17 hektare. FOTO : Arifal / Radar Bogor.

RUSAK ALAM: Dua alat berat mengeruk tanah di Desa Pasirbuncir yang merusak lahan seluas 17 hektare. FOTO : Arifal / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Selama 33 tahun tambang pasir yang dikelola PT MBK mengikis kaki gunung Gede Pangrango. Bukan hanya merusak. Informasinya, di lokasi tambang ini sudah banyak korban yang tewas tertimbun, termasuk para pekerja.

Kabarnya juga, perusahaan tambang ini tidak mengantongi izin lantaran mendapat penolakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pantauan Radar Bogor di lokasi tambang, kemarin (26/10), untuk mencapai lokasi ini membutuhkan waktu sekitar dua jam dari pusat Kota Bogor.

Dalam jarak 1 kilometer menuju lokasi, sudah terlihat sebuah alat berat dan dump truk di areal tambang. Di tempat itupula banyak oknum preman yang diduga kerap melakukan pungli kepada sopir pengangkut hasil tambang.

Radar Bogor pun tiba di sekitar area tambang. Di lokasi ini, nampak pemandangan yang cukup mengeriyitkan dahi. Lahan seluas 43 hektar itu banyak terdapat kubangan-kubangan raksasa berdiamater sekitar 50 meter.

Menurut Direktur Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Gede Pangrango, tak terkecuali Puncak, akibat aktivitas pertambangan ilegal. Termasuk kerusakan akibat pertambangan pasir di Desa Pasirbuncir.

“ Benar, lingkungan disana sudah rusak. Pemerintah dalam hal ini Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar harus segera menghentikannya,”tuturnya.

Menurutnya, penutupan harus dilakukan. Termasuk moratorium perizinan penambangan atau galian. Hal ini untuk mencegah kerusakan alam semakin meluas.


loading...

Feeds

Dayung

Ketua PODSI Kabupaten Bekasi Mundur?

Kabar tersebut seolah diamini Ketua PODSI Kabupaten Bekasi yang mengaku saat ini dirinya sudah selesai dalam menjalankan tugas sebagai ketua …