Bayangkan… Bogor Sumbang 4,4 Juta Ton Emisi

SERIUS: Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat memaparkan ancaman peningkatan emisi gas rumah kaca yang akan terus meningkat dan diperkirakan menjadi 4,4 juta ton pada 2030 mendatang.

SERIUS: Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat memaparkan ancaman peningkatan emisi gas rumah kaca yang akan terus meningkat dan diperkirakan menjadi 4,4 juta ton pada 2030 mendatang.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Perubahan iklim menjadi ancaman yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Indikasinya sudah sering terlihat. Banyak bencana alam dan fenomena alam yang kacau.

Diantaranya peningkatan suhu, banjir dan kekeringan. Itu merupakan sebagian tanda bumi sedang mengalami kehancuran.

Mengkampanyekan bahaya tersebut, Pemkot Bogor memaparkan hasil studi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Dimana jumlah emisi GRK Kota Hujan akan meningkat secara drastis menjadi 4,4 juta ton pada tahun 2030.

Atau setara CO2 (tCO2e) jika menggunakan scenario Business as Usual (BAU) atau bila tidak melakukan strategi mitigasi.

“Tahun 2010 jumlah emisi GRK Kota Bogor tercatat sebesar 2 juta. Jika tidak diimbangi adanya tindakan dan tetap melanjutkan gaya hidup saat ini akan memberikan dampak negatif,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor saat membuka kegiatan Press Conference Rencana Aksi Perubahan Iklim di Kinanti Room Hotel Salak The Heritage, Jalan Juanda Kota Bogor, Kamis (27/10/2016).

Menurut Ade diperlukan adanya satu tindakan yang disusun secara strategis dan sistematis untuk menyikapi masalah   peningkatan suhu udara, perubahan curah hujan yang tidak menentu, peningkatan frekuensi bencana alam dan penurunan kualitas udara.

“Dengan strategi ini diharapkan mampu menumbuhkan Kota Bogor sebagai kota yang berkelanjutan, tetap nyaman untuk dihuni dan dikunjungi,” bebernya.

Sejauh ini, sudah banyak aksi yang telah dilakukan Pemkot bersama warga dan komunitas mulai dari sektor transportasi hingga pengelolaan sampah, namun belum memberikan dampak signifikan.

Karenanya, Lembaga konsultan Factor CO2 yang didukung Agence Francaise de Developpement (AFD) memberikan pertimbangan Energy and Climate Action Plan (ECAP).


loading...

Feeds

Air merendam rumah warga di Kec. Pasaleman yang tingginya hampr menutup rumah. Foto: Bagja/pojokjabar

1.000 KK Korban Banjir Butuh Bantuan

POJOKJABAR.com, CIREBON – Lebih dari 1.000 Kepala Kelurga (KK) di Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menjadi korban bencana banjir akibat jebolnya …